INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 05 Oktober 2009

TNI Kita Tidak Boleh Lemah! Beri Anggaran yang Memadai!

UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Pengaturan Organisasi TNI dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 sebagai awal dari repormasi tubuh ABRI. ABRI dan Polri dipisah dan menjadi satuan tersendiri dengan tugas dan fungsi yang berbeda.
TNI juga dibebaskan dari aktifitas politik praktis agar TNI lebih menjadi profesional baik dari aspek doktrin, kultural dan postur.

Postur ril Pertahanan Indonesia bisa dilihat dari kondisi kekuatan hari ini. Kondisi kekuatan personel TNI hingga saat ini mencapai 383.870 orang (0,17%) dari 220 juta penduduk Indonesia, yang terdiri dari 298.517 orang TNI Angkatan Darat, 60.963 orang TNI Angkatan Laut, 28.390 orang TNI Angkatan Udara, dan 68.647 PNS TNI. Jumlah kekuatan personil TNI tersebut jika dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia masih belum seimbang.

Kekuatan Alutsista TNI Angkatan Darat sebagian besar masih bertumpu pada aset lama yang meliputi 1.261 unit Ranpur, namun yang siap operasi 799 unit, 59.842 unit Ranmor namun yang siap operasi 52.165 unit, 538.469 pucuk senjata dengan berbagai jenis yang siap operasi 392.431 pucuk. Dan pesawat terbang 53 unit dari bebagai jenis yang siap operasi 27 unit.

Kekuatan Alutsista Angkatan Laut meliputi pertama, unsur kapal terdiri dari Striking force 18 unit, Patrilling Force 58 unit, supporting force 67 unit, dan KAL 317 unit yang siap operasi 76. Dua, unsure pesawat udara terdiri dari 65 unit dari berbagai jenis yang siap operasi 39. Ketiga ranpur marinir 410 unit yang siap operasi 157 unit.

Kekuatan Alutsista Angkatan Udara bertumpu pada pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat helikopter, maupun jenis pesawat lainnya serta peralatan rudal dan radar yang meliputi 234 unit pesawat berbagai jenis dengan kondisi siap operasi 57%, radar 17 unit dengan kondisi siap operasi 88,8%, rudal QW-3 untuk operasional Paskhas dengan kondisi siap operasi 100%.

Ringkasnya, kondisi TNI kita baik dari segi SDM maupun sarana dan prasarana termasuk Alutsista masih jauh untuk menjadi postur pertahanan negara yang memiliki minimum essential forces. Apalagi dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk.

Alutsista TNI kita yang masih jauh dari harapan semoga tidak melenturkan semangat juang TNI kita sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang. Masa revolusi fisik waktu melawan penjajahan dahulu membuktikan bahwa TNI berdiri diatas kekuatan moral yang hebat. Bukan senjata, tetapi juga bukan berarti karena itu “dengan sengaja atau tidak sengaja diperlemah” dengan anggaran yang minim. TNI kita harus kuat secara moral tetapi juga kuat secara peralatan dan persenjataan.

Kita adalah bangsa besar saudara. Bukan selogan! Tetapi memang wilayah nusantara yang luas, pulau yang banyak, diapit oleh benua-benua, jumlah penduduk kita juga besar, dengan jumlah asset yang luar biasa besar terkandung di perut Ibu Pertiwi. Oleh karena itu TNI juga harus besar dan kuat.

Apalagi sekarang ini dalam masa-masa keprihatinan dengan banyaknya bencana, TNI selalu berada didepan bersama para korban bencana, dari sejak bencana tsunami Aceh dahulu, sampai kejadian bencana yang terakhir ini di Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu. Walaupun dengan kondisi anggaran yang minim, sehingga TNI harus melakukan perjalanan kaki ke daerah terpencil Pariaman yang susah dijangkau.

Ini bukti bahwa TNI adalah pengayom rakyat, sebagai pejuang rakyat, sama seperti semangat perjuangannya seperti saat masa-masa BKR/TKR masa Jendral Sudirman dahulu.

Pada Hari Ulang Tahun TNI ini semoga harapan untuk menjadikan TNI yang kuat dan profesional tidak kalah dengan bangsa lain akan terlaksana. Semoga. Selamat HUT TNI yang ke 64!

10 komentar:

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

hi sobat...
ehm..bagus juga postingnya.ngomongin soal TNI atau apa yang berkaitan dg ultahnya dhana memang ga tahu he..TNI.Polri angkatan darat udara laut,semoga semakin jaya dlm menemban tugas n tgg jawabnya...dhana dah follow kalo mau follow balik ya thnxs....

Raini Munti mengatakan...

mnurutku tni sharusny bergaji lbh gede dr polisi ato stidakny imbang krn tni lbh bguna

Lulus Sutopo mengatakan...

Artikel yang bagus...salam kenal dan mampir ya..

Rossbaru mengatakan...

100% setuju, mestinya perlengkapan TNI perlu segera di up grade, seperti saat bencana begini klo TNI punya 100 heli macam Chinook CH-47, tentu kita ndak kesulitan dalam distribusi nembus daerah2 terisolir

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

salam sahabat
ehm...bagus postingnya oh iya denger kabar TNI kita dapetin penghargaan dari PBB loh...apa iya?ok lah semangat n jaya buat TNI....good luck for U..

narti mengatakan...

semoga tetap semangat para TNI nya.
Pariaman masih susah dijangkau kah? atau krn ada bencana jadi jalur kesana terhambat?

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× mengatakan...

Memang tentara kita butuh pendanaan segar,tapi bukankah anggaran untuk itu sudah ada bozz,toh pemerintah kita ngga ada nyali buat perang dilecehkan malingsiapun hanya klarifikasi dan klarifikasi seolah justru kita yang buat salah so dana TNI mo di alokasikan kemana lagi bozz ??

×÷·´¯`·.·•|| ACATRAZZ ||•·.·´¯`·÷× mengatakan...

He he he he buat anggaran jatah kacang ijo ama susu biar fisiknya sehat semua bozz,tapi senapan taon 45 yg di pakai he he he he.....

rukzzolangan mengatakan...

Maju terus TNI ............

Udiness mengatakan...

Ya betul kasihan TNI kita bahkan sebagian besar senjata berat untuk pertahanan di perbatasan hanya 24% yang berfungsi, sebagian besar tidak dapat digunakan lagi. Jadi hanya digunakan untuk sekedar menakutnakuti saja, tapi tidak bisa digunakan untuk menembak lagi... wahhhh... Kapan diganti senjatanya? pantes kita tidak berani lawan malaysia.

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta