INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 26 Oktober 2009

Sri Adiningsih : Kenaikan Gaji Menteri 3-4 Kali Lipat Harus Bertahap

Tanpaknya masyarakat yang semakin sulit mencari makan akan mendengar miris dan sedih. Seperti yang dikutip dari DetikNews bahwa gaji menteri akan dinaikan sampai 3-4 kali lipat.

Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah mengajukan usulan kenaikan gaji bagi para pejabat negara, termasuk para menteri, kepada Presiden. Persetujuan dari Presiden nantinya berbentuk peraturan pemerintah. Seperti yang dikemukakan Deputi Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Sumber Daya Manusia Ramli Effendi Naibaho.

Sejumlah 7.000 lebih pejabat negara di Indonesia yang akan menerima kenaikan gaji. Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 mengenai Pokok-pokok Kepegawaian, yang termasuk dalam kategori pejabat negara adalah presiden dan wakil presiden, kepala daerah beserta wakilnya, hakim pengadilan, para ketua DPR, dan para menteri.

"Isu kenaikan gaji sangat sensitif, membuat masyarakat sakit hati karena masih banyak pengangguran dan PHK," kata pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sri Adiningsih seperti yang dikutif dari DetikNews.

Adiningsih juga mengungkapkan bahwa, "Tidak terlalu signifikan, tapi pada saat ini akan lebih bijaksana kalau kenaikan itu dilakukan bertahap, tidak dengan rencana naik 3-4 kali lipat," kata staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) itu.

Ungkapan Adiningsih ini mengkomentari dari rencana pemerintah untuk menaikan gaji menteri sebesar 4-5 kali lipat dari tahun anggaran 2009. Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai gaji menteri layak dan wajar untuk dinaikkan jika mengacu pada tanggung jawab dan kapasitas tugasnya. Kenaikan juga layak dilakukan jika dibandingkan dengan standar gaji menteri negara-negara sahabat, contohnya Singpura.

"Saya kira layak. Anda harus gunakan standar gaji dengan kapasitas dan tanggung jawab. Kalau dibandingkan negara Singapura juga jauh sekali," tuturnya usai rapat koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian dan para menteri KIB jilid II di Kantor Menko Ekonomi seperti yang dikutif dari Kompas.

Pembahasan kenaikan gaji baru sampai pada kajian dan evaluasi terhadap PP No 75/2000 tentang gaji pokok pejabat negara, lembaga tinggi, dan tertinggi negara. Lagipula, ia menuturkan bahwa kenaikan gaji sangat bergantung pada kemampuan anggaran.

Selain itu rencananya juga kabinet menteri Indonesia Bersatu tahap 2 yang telah diumumkan oleh Persiden SBY akan mendapatkan mobil dinas Toyota Crown Majesta.

Mobil ini dipasarkan di Jepang, namun bisa diimpor oleh negara lainnya dengan harga 64.000US$ belum termasuk biaya pengiriman dan pajak. Total harga mobil ini diperkirakan lebih dari 1 Milyar per unitnya.

Mobil ini akan menggantikan kendaraan dinas yang digunakan oleh kabinet sebelumnya yaitu Toyota Camry, yang harga jual di Indonesia 614juta rupiah.

1 komentar:

Circle 888 mengatakan...

Paraaah....,masih banyak rakyat miskin, mobil dinas harganya Rp 1 m. Nggak punya perasaan! Mendingan, buat beasiswa mahasiswa yang tidk mampu.

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta