INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 14 Oktober 2009

Mengingatkan Kembali Semangat Persatuan Melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928



Oleh Heri Hidayat Makmun

NKRI butuh sebuah ruh, berupa sumpah pemuda. Saat dimana pada 28 Oktober 1928 yang saya khawatir saat ini sudah banyak dilupakan oleh generasi muda kita, tapi semoga juga tidak.

Mungkin Hendrikus Colijn si Belanda ini tidak sadar, bahwa apa yang dikatakannya justru akan mencetuskan sejarah baru bagi nusantara jajahannya ketiga itu. Sejarah bagi bersatunya suatu komitmen para pemuda se nusantara.

Orang Belanda mantan Menteri Urusan Daerah Jajahan masa itu, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Belanda, juga pernah menjadi Veteran perang Aceh dan bekas ajudan Gubernur Jenderal van Heutz. Sekitar tahun 1927 – 1928, pernah mengeluarkan pamflet yang menyebut Kesatuan Indonesia sebagai suatu konsep kosong. Katanya, masing-masing pulau dan daerah Indonesia ini adalah etnis yang terpisah-pisah sehingga masa depan jajahan ini tak mungkin tampa dibagi dalam wilayah-wilayah.

Bukan suatu kebetulan, bahwa pernyataan Colijn tersebut memunculkan Kongres Pemuda yang kedua pada tgl 28 Oktober 1928 di Batavia, dimana diikrarkan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Peristiwa ini kita kenang sebagai hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda".

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[1]
Sumpah Pemuda versi orisinal[2]:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Negeri yang tidak pernah selesai centang perenang ini, sudahlah bertikai itu... berhentilah, berhentilah buaya - cicak yang bertengkar. Berhentilah. Bangunlah bangsa ini.

1 komentar:

Galang Wani mengatakan...

Sangat menjelaskan bro, memang sumpah pemuda kalau menurut gw adalah cikal bakal identitas kita sebagai bangsa, makanya sangat penting buat kita memperingati ini sebagai sebuah awal dari pergerakan persatuan Indonesia, di tambah lagi sekarang Bangsa Indonesia sudah menjadi sangat banyak ragam dan jenis ras nya..artis aja banyak campuran kan? hahaha... dan sekarang kita sudah menjadi sebuah bangsa yang satu dalam satu kesatuan... tulisan lo dahsyat !

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta