INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 30 Oktober 2009

Mengapa Kasus Bail Out Bank Century Sulit di Ungkap?


Kasus Bank Century yang sangat melukai rasa keadilan dan merusak sistem perbankan di Indonesia seperti kasus Bank Century yang melibatkan pemilik bank, BI, Depkeu dan LPS itu semakin heboh. "Perampokan" bank sendiri ini telah merugikan uang masyarakat yang berada di LPS mencapai Rp. 6,7 Triliun. Dalam perkembangannya sekarang ini tengah di periksa oleh BPK seperti yang diminta KPK dan kalangan legislatif.

Secara kronologis skandal Bank Century ini sebagai berikut:

13 November 2008:

- Pukul 13.00 WIB:
Bank Century gagal mengikuti kliring. Likuiditasnya terganggu akibat penarikan dana oleh nasabah. Hal ini akibat saham Bank Century (BCIC) disuspen oleh otoritas Bursa.

14 November 2008
Bank Century mengajukan fasilitas pendanaan jangka pendek ke BI senilai Rp 1 triliun. BI akhirnya menyetujui fasilitas pendanaan Rp 600 miliar. Akhirnya Bank Century sudah bisa mengikuti kliring lagi

20-21 November 2008
Gubernur BI, Menkeu, dan LPS membahas nasib Bank Century selama 11 jam di Kantor Departemen Keuangan, Jakarta. Rapat dimulai pukul 20.00 WIB pada 20 November dan berakhir pukul 07.00 esok harinya.

21 November 2008
Bank Indonesia mengumumkan Century diambil alih pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Maryono, banker andal dari Bank Mandiri, ditunjuk sebagai direktur utama Bank Century.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan empat kali menyuntikkan dana sebagai penyertaan modal kepada PT Bank Century Tbk. Ketua LPS Firdaus Djaelani mengatakan, suntikan modal pertama kali dilakukan pada 23 November 2008, LPS kembali menambah modal pada tanggal 5 Desember 2008 sebesar Rp 2,2 triliun, pada 3 Februari 2009 LPS kembali menambahkan dana sebesar Rp 1,55 triliun, dan pada 21 Juli 2009, LPS kembali menyuntik dana sebesar Rp 630 miliar. Total suntikan itu mencapai Rp 6,7 triliun.

Walaupun dana aliran sudah mengalir sebesar itu tetapi nasib dana ratusan nasabah bernilai puluhan miliar rupiah tak kunjung jelas. Sejumlah nasabah Bank Century menggelar berbagai di depan Bank Century agar dananya dapat kembali. Jadi sebenarnya kemana larinya dana sebesar itu? Jelas saja publik ingin tahu ke saku siapa saja Rp. 6,7 triliun itu?

Dalam proses selanjutnya untuk mengatahui kemana-mana aliran dana yang luar biasa besar tersebut BPK masih mengalami banyak kesulitan untuk mendapatkan datanya. Seperti yang dikutif dari Kompas (30/10/2009) bahwa: Hadi menjelaskan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Namun, dia enggan membeberkan secara detail pihak-pihak tersebut. "Ada aliran dana sama wawancara yang belum selesai. Wah, kalau itu, auditornya. Kita tidak tahu," ujarnya. Setidak-tidaknya usaha dari BPK sudah ditemukan adanya unsur dugaan unsur pidana dalam penggelontoran dana tersebut.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK merupakan permintaan dari KPK agar mendapatkan dapat yang lebih jelas mengenai berbagai kemungkinan tindak pidana dalam kasus tersebut. Cuma sayangnya seperti yang kita ketahui sekarang ini KPK sedang dalam permasalahan.

Dalam tahap selanjutnya kasus bail out Bank Century ini mulai memasuki ranah politik yaitu dengan DPR menggalang hak angket untuk menyelidiki motivasi pengucuran dana penyelamatan Rp6,7 triliun kepada bank yang pernah dimiliki Robert Tantular tersebut.

Permasalahan yang diangkat oleh kalangan legislatif tersebut yaitu adanya tiga sebab mengapa hak angket tersebut perlu digulirkan. Pertama, ada misteri tersembunyi di balik penggelontoran dana Rp6,7 triliun itu. Misterius karena dana yang digerojokkan kelewat besar, jauh lebih besar daripada yang disetujui DPR senilai Rp1,3 triliun. Soal kedua ialah payung hukum yang tidak jelas menyangkut pengucuran dana talangan. Memang, ada dana yang dialirkan ke Bank Century masih memiliki payung hukum, yakni Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan. Masalah ketiga, kendati dana triliunan rupiah sudah mengucur deras ke Bank Century, nasib dana ratusan nasabah bernilai puluhan miliar rupiah tak kunjung jelas. Uang yang mereka tabung sedikit demi sedikit ke Century, kini raib tak tentu rimbanya.

Sejak 18 Desember 2008 hingga Maret 2009 tindakan pencairan dana talangan ke Bank Century ini tidak lagi sah karena perppu yang dijadikan payung hukum pengucuran dana sudah ditolak DPR, tetapi nyatanya selama Desember 2008 hingga Maret 2009 uang terus mengucur ke kas Century.

Dalam ranah politik ini pun kasus Bank Century sulit diangkat, karena jumlah anggota DPR yang menyetujui hak angket dalam kasus bail bout Bank Century ini jauh lebih sedikit di bandingkan yang menyetujuinya. Kalangan legislatif yang menyetujui hak angkat untuk mengangkat kasus ini agar dapat dituntaskan hanya yang berasal dari PDI Perjuangan dan Hanura saja.

17 komentar:

taris mengatakan...

Anggota legislatif dari partai lain terutama yang partai-partai besar kenapa ya kok nggak setuju.

way kanan mengatakan...

kapan Indonesia bisa bebas dari korupsi???????

Anonim mengatakan...

untung saja saya milih JK!

akhatam mengatakan...

Wah bener2 nih Century.. Kayak maling aja...

budiawanhutasoit mengatakan...

kasus ini bukan susah diungkap..tapi emang sengaja ngga diungkap..mungkin banyak pejabat yang terlibat..mungkin lho..ntar sy ditangkap lagi, kalo salah tuduh...Polisi skrg kan udah kembali ke zaman Orba. main tangkap...wadooooooooww

Anonim mengatakan...

Selamat datang ke zaman orba jilid II ...

masterGOmaster mengatakan...

kasus kasus seperti ini sulit di ungkap karena orang indonesia pintar bersilat lidah

heru mengatakan...

harus segera dibereskan, kalau tidak akan jadi penyakit terus

Anonim mengatakan...

Untuk membereskan kasus Bank Century apa perlu people power ya????

adhitya fazri mengatakan...

Wah kasus century tuh udah kronis....

Bluecreen mengatakan...

Yup Kembali ke Jaman Orba, kembali Mundur Deh Bangsa Ini , baru juga kemarin jalan di tempat sedikit menapak maju ehh ladalah ...

people power nya siapa ??? hihihihihi Cape Dehhh ....

Berani taruhan kasus ini ga bakal terungkap, (Ada Udang di Balik Bakwan)

Banyak yang nyicipin banyak yang kecipratan

Ya semoga Bangsa Ini ga semakin di Laknat dengan Gempa dimana2 karena Para Peminpinnya yang Gak Amanah ...., Buat Bapak Ibu Yang Diatas ...., Segera Mawas Diri , Jabatan adalah tanggung jawab sampai ke akhirat , bukan hanya di dunia ini saja

Wake Up Indonesia

Raini Munti mengatakan...

tears from my eyes keep on falling

eka mengatakan...

indonesia tidak akan pernah keluar dari keterpurukan kalo masih korupsi

arif mengatakan...

kunjungan pagi bro....

chip mengatakan...

Kasus Bank century emang bikin gerah banyak pejabat....harus di usut tuntas

Vincensius mengatakan...

wah...saya gak ngerti yang beginian

udahdewasa mengatakan...

mungkin ada udang dibalik peyek x ya....
hehehe.......

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta