INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 20 Oktober 2009

Kekayaan Laut Kita Dijarah Bangsa Lain


Oleh Suprapto Handoyo

Demikian kayanya nusantara akan asset laut dan pulau-pulau dari Sabang sampai Meroke, tetapi ternyata banyak dari asset kita itu hanya dinikmati oleh asing. Baik melalui pencurian kekayaan laut mapun secara halus dengan ekploitasi yang legal, tetapi tidak adil dalam distribusi pendapatannya antara operator dan setoran ke kas Negara.

Pencurian asset laut contohnya ikan sebanyak 1,5-4 juta ton ikan dicuri setiap tahun oleh nelayan asing. Menurut Koordinator Penguatan Jaringan KIARA Abdul Halim ada 10 negara yang melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia yakni Malaysia, Vietnam, China, Taiwan, Myanmar, Filipina, Thailand, Kamboja, Panama, dan Korea Selatan.

Berdasarkan data dari Liputan6, pencurian ikan ditaksir telah mencapai tiga kali lipat dari jumlah penangkapan yang diizinkan. Yakni mencapai Rp 30 triliun per tahun atau lebih dari separuh anggaran pendidikan nasional.

Kita bisa hitung berapa kerugian kita akibat penjarahan asset laut kita. Aset yang demikian kaya tetapi karena dikelola dengan sangat lemah dan rentan keamanan dari perlindungannya pemerintah maka mudah untuk di jarah bangsa lain, sehingga kita masih tetap miskin walaupun aset laut kita demikian melimpah.

Sebenarnya seberapa kaya laut kita, mari kita gala fakta berikut ini. Data menunjukkan, dari Sabang sampai Merauke, lautan Indonesia memiliki luas sebesar 5,8 Juta km² yang terdiri dari laut territorial dengan luas 0.8 juta km2, laut nusantara 2.3 juta km2 dan zona ekonomi eksklusif 2,7 juta km2. Di samping itu Indonesia memiliki pulau sebanyak 17.480 pulau dan garis pantai sepanjang 95.181 km (data Departemen Kelautan dan Perikanan dalam Evaluasi Kebijakan dalam Rangka Implementasi Hukum Laut Internasional,UNCLOS 1982), yang kesemuanya itu mengandung potensi yang bernilai ekonomis sangat tinggi.



Potensi lestari total ikan laut di Indonesia menunjukkan angka 7,5 % (6,4 juta ton/ tahun) dari potensi dunia. 24 juta hektar perairan laut dangkal Indonesia cocok untuk usaha budi daya laut (mariculture) ikan kerapu, kakap, baronang, kerang mutiara, teripang, rumput laut, dan biota laut lain yang bernilai ekonomis tinggi dengan potensi produksi 47 juta ton/tahun. Nilai ekonomi total dari produk perikanan dan produk bioteknologi perairan Indonesia diperkirakan mencapai 82 miliar dolar AS per tahun. Hampir 70 % produksi minyak dan gas bumi Indonesia bersal dari kawasan pesisir dan laut (Mulyadi, 2005).

Menurut perhitungan PKSPL-IPB (l998), bahwa nilai ekonomi dari sumberdaya perikanan (tangkap, budidaya, dan industri bioteknologi perairan) saja dapat menghasilkan sekitar USS 82 milyar/tahun. Potensi Kelautan Indonesia yang besar telah memberikan sumbangan devisa sebesar US $ 2,6 miliar (2008).

Hampir 70% total perdagangan dunia berlangsung diantara negara-negara di Asia Pasifik. Lebih dari 75% barang2 yang diperdagangkan ditransportasikan melalui laut dan 45% (1300 triliun dollar per tahun) melalui ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang meliputi Selat Malaka sebagai jalur dengan frekuensi pelayaran tertinggi di dunia, Selat Lombok, Selat Makassar, dan laut-laut Indonesia lainnya (Mulyadi S, 2005).

Inilah pentingnya kita mengamankan asset lau kita. Patroli laut baik yang dilakukan oleh TNI AL harus lebih kuat, dan sistematis. Kekurangan fasilitas berupa kapal patroli perlu di antisipasi dan ditanggulangi dengan cepat, maka tidak ada alas an untuk menurunkan anggaran bagi TNI kita seharusnya kuat. TNI yang kuat maka Negara juga akan kuat. Ini demi masa depan NKRI kita.

6 komentar:

duitgratis mengatakan...

Indonesia Indonesia... Sampai kapan Indonesia mau teledor kayak gini... Meski laut Indonesia luas, tapi kalau dijarah terus-terusan tanpa memberi waktu organisme laut berkembang, ya habis..

duitgratis | ShareThings

Anonim mengatakan...

Penjagaan laut kita payahh....karena TNI tidak punya kapal...

Hitsuke mengatakan...

Nice info sob..
 
kunjung balik ya sobat di postingan t-baru q nieh

Membuat Drop Down Accordion Menu 
Cara MengOptimalkan Halaman Label dan Arsip 
Membuat Read More Otomatis Tanpa Js External 

Jangan lupa ngomentnya xeps...!??
 
________________________________________________________________________
Thanks.  
Regard,

Hitsuke and NarutoFans 

taris mengatakan...

indonesia ... biar bagaimana pun i love you full

msafru mengatakan...

Tunjukkan taringmu Indonesia...

akhatam mengatakan...

Wah jangan sampai itu...!!!

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta