INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 02 Oktober 2009

Gempa Century Lebih Parah dari Gempa Sumbar?


Oleh Subang Sulih

Pemerintah rencananya seperti yang disampaikan oleh Menkeu dan sekaligus pelaksana tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani, seusai rapat koordinasi gempa Padang Sumbar di Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta mengatakan akan menganggarkan sebesar Rp. 100 miliar untuk bantuan tanggap darurat gempa Sumatera Barat.

Gempa Padang Sumatera Barat—dari kekuatan dan jenis kerusakan yang ditimbulkan—mirip dengan gempa Yogyakarta beberapa waktu lalu. Namun, tampaknya gempa 7,6 skala Richter yang cukup besar tersebut belum cukup untuk mengalahkan bantuan untuk Gempa Century yang sampai Rp. 6,7 Triliun. Berapa skala Richter kah gempa Century, sampai-sampai angka Rp. 6,7 triliun keluar?

Perhatian pemerintah pada masyarakat dan korban gempa seharusnya lebih besar lagi, sebab ini gempa ini sudah memberikan dampak yang luar biasa di Sumatera Barat. Dilihat dari luasnya, jumlah korban, infrastruktur yang rusak berat dan kerugian lainnya.

Kerusakan tersebut membutuhkan rehabilitasi dan konstruksi Padang pasca-gempa masih belum ditentukan, seperti penanganan bencana di Yogyakarta dan Tasikmalaya diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai coordinator.

Kondisi para pengungsi korban gempa di Padang, Sumatera Barat, sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan sangat minim perhatian, jika dibandingkan penganan korban bencana di tempat-tempat lain. Dua puluh empat jam sejak terjadinya gempa pada Rabu (30/9) kemarin, para pengungsi hingga kini, belum mendapatkan penanganan darurat pertama. Tenda-tenda untuk menampung pengungsi masih sangat sedikit didirikan.

Kota Padang dilaporkan akan mengalami gelap gulita pada malam ini, karena aliran listrik dipastikan padam, begitu juga dengan aliran air bersih. Kondisi yang memprihatinkan ini akibat dari kurang tanggapnya bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.

2 komentar:

Kabasaran Soultan mengatakan...

Tak perlu menjadi seorang Doktor apa lagi Profesor kalau hanya sekedar untuk mengetahui bahwa dampak kerugian akibat gempa Bank Century ( baca Bail out ) jauh lebih besar dari gempa bumi yang baru saja terjadi di Sumbar dan Jabar.

Tak perlu menjadi seorang Doktor apa lagi Profesor kalau hanya untuk sekedar tahu bahwa uang sebanyak enam koma tujuh ratus enam puluh dua trilyun adalah jumlah yang cukup ;

Untuk memberi THR dua ratus dua puluh juta rakyat dengan masing-masing mendapat sebesar tiga puluh ribu rupiah atau jika dibagikan kepada seluruh kelurahan maka setiap kelurahan akan mendapat sebesar Sembilan ratus lima puluh juta atau jika dibagikan kepada desa maka setiap desa akan mendapatkan sebesar seratus juta lebih atau kalau dibagikan hanya kepada desa tertinggal saja maka setiap desa tertinggal akan mendapatkan sebesar dua ratus sepuluh juta.

Tak perlu menjadi seorang Doktor apa lagi Profesor kalau hanya untuk sekedar tahu bahwa sifat utama yang harus dimiliki seorang BANKIR itu adalah amanah dan jika sifat tersebut tidak lagi dimilikinya maka ia akan menjadi seorang BANKSAT alias rampok alias penipu alias musuh negara.

Semua orang tahu bahwa tugas untuk mengawasi agar para BANKIR tetap berperilaku amanah adalah di tangan Bank Indonesia dan jika institusi ini menyatakan bahwa adalah sulit untuk melakukan pengawasan maka untuk apa segala otoritas dan fasilitas yang Negara telah berikan selama ini kepada ini institusi.

Tak perlu menjadi seorang Doktor apa lagi Profesor kalau hanya untuk sekedar belajar dari pengalaman dan prilaku bodoh masa lalu yang telah menjamin para BANKIR BANKSAT ( baca BLBI ) dan akibatnya masih ditanggung APBN hingga kini.

Tak perlu menjadi seorang Doktor apa lagi Profesor kalau hanya untuk sekedar menjebloskan diri pada lobang yang sama berkali-kali.

Heri Hidayat Makmun mengatakan...

To Bp Kabasaran Soultan

Betul sekali! Kemampuan, keahlian, dan segala gelar tidak akan ada gunanya tanpa adanya akhlak yang amanah untuk mengemban amanat negara dan bangsa. Berilah nilai dan ruang kepada akhlak dan amanah sebagai nilai lebih dibandingkan dengan kompetensi. Kelemahan kompetensi bisa ditutupi oleh sistem yang baik, tetapi aparat yang tidak amanah sulit untuk menutupinya. Kasus Bank Century membuktikan hal ini.

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta