INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 31 Oktober 2009

Berantas Kapitalisme dan Materialisme pada Penerimaan CPNSD di Pemerintah Daerah!

oleh Rusman Danar

Tata kelola yang baik sebagai rujukan untuk membentuk pemerintahan yang efektif hanya slogan pada acara seminar. Pada kenyataannya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah di negeri ini semakin suram dan penuh dengan semangat neoliberalisme yang berciri mengumbar materialism dan kapitalisme.

Beberapa hari ini kita dapat melihat kesibukan masyarakat yang akan mengikuti penerimaan tes CPNSD. Berbagai pengumuman di media masa di berbagai daerah di Indonesia yang pelaksanaannya hampir serentak itu membuat berbagai surat kabar daerah itu oplahnya melunjak.

Sayangnya kehebohan penerimaan CPNSD ini masih dibayangi oleh rasa miris masyarakat dari kwalitas penerimaan selama beberapa tahun terakhir ini paska reformasi. Bahkan sudah ada yang berputus asa dan merasa tidak perlu ikut.

Penomena beberapa tahun terakhir ini penerimaan CPNSD bukan diukur dengan kapasitas dan kompetensi para calon yang akan bertarung pada tes untuk menjadi pelayan masyarakat, tetapi diukur dengan kekuatan modal dan uang sebagai alat ukur untuk diterima sebagai calon pegawai negeri sipil.

Kita miris mendengat isu-isu dimasyarakat yang mengatakan untuk masuk jadi CPNSD harus sekian untuk S1, sekian untuk D3 atau lainnya. Seakan masuk menjadi pelayan masyarakat ini seperti membeli mobil saja. Praktek-praktek kapitalisme dan materialism ini akan memasukkan bangsa kita kejurang kehancuran akibat “sumber daya bodoh” yang masuk ke pemerintahan.

Penurunan kwalitas perekrutan paska reformasi terajdi sekitar lima tahun terakhir ini setelah gong reformasi sudah mulai mereda, s emangat untuk mengelola pemerintahan yang baik juga sudah mulai kendor. Padalah domain pemerintahan merupakan domain yang “rumit” dan penuh dengan tantangan yang membutuhkan sumber daya yang mumpuni yang mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat untuk memberikan pelayanan.

Sayangnya harapan masyarakat masih jauh panggang dari pada api, berbagai permasalahan banyak ditemui dalam penerimaan pegawai negeri sipil di daerah. Seperti contoh yang terjadi Sumatera Utara. Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumatra Utara. Mereka memprotes hasil penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2008/2009 di Kabupaten Nias Selatan karena dinilai penuh rekayasa dan kecurangan.

Di lain tempat DPRD Sumut minta Kapolda turun tangan guna mengusut tuntas indikasi kecurangan penseleksian penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Batubara. Contoh lagi seperti penolakan hasil test yang diumumkan oleh CPNS karena adanya indikasi rekrutmen terindikasi KKN di Kalimantan Barat.

Sebenarnya masih banyak lagi jika kita sebut satu persatu berbagai permasalahan penerimaan CPNS ini. Masyarakat mesti mengawasi berbagai proses dalam penerimaannya. Masyarakat juga harus berani melaporkan berbagai kecurangan yang diketahui agar penerimaan CPNS dapat berjalan dengan baik dan jujur, dan memberikan kesempatan kepada anak bangsa yang benar-benar berkwalitas masuk menjadi CPNS, agar roda pemerintahan di daerah dapat efektif yang didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Komitmen pemerintah perlu diterus digenjot, DPRD, LSM, masyarakat harus berperan aktif mengawasi perekrutan ini. Tanpa adanya pengawasan yang massif maka berbagai kecurangan dapat terjadi dimanapun. Bahkan kalau bisa KPK juga turun di berbagai daerah yang melakukan perekrutan CPNS ini.

Pemberantas praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)harus dimulai dari sumber daya manusia yang bersih dan tidak berasal dari hasil KKN. Mari kita dukung penerimaan CPNSD yang bebas KKN untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang baik. Kita tidak boleh berputus harap, yang penting lakukanlah pengawasan, dan laporankan segala kecurangan yang diketahi. Semoga dengan pengawasan ini maka penerimaan tersebut dapat berjalan baik. Semoga.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta