INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 26 Oktober 2009

Ada Apa di KTT ASEAN 2009 Thailand?


Oleh Sumanatiri B. Sugeo

Perubahan geopolitik di seluruh dunia bisa saja akan mempengearuhi kerjasama-kerjasama tradisonal yang telah terjadi sebelumnya. Sebagai contohnya di ASEAN. Penguatan G20 memberikan pengaruh kepada banyak organisasi-organisasi regional seperti ASEAN ini.

Ada perbedaan pendapat antara Thailand, Vietnam dan Indonesia terkait ASEAN. Thailand dan Vietnam menginginkan agar terjadi penguatan kerjasama yagn lebih massif di ASEAN, sedangkan Indonesia lebih mengarahkan agar ASEAN menjalankan bagian dari kebijakan-kebijakan G20. Akankah Indonesia menjadi pengikut setia G20 yang sebagian besar adalah perwakilan Negara maju dan hanya sedikit sekali Negara berkembang yang terwakili?

Mungkin hal ini akan terjawab dalam KTT ASEAN yang dilaksanakan di Hua Hin, Thailand. Pada saat pembukaan KTT ini hanya dihadiri lima dari 10 kepala negara/pemerintahan. Kepala negara/pemerintahan yang tidak hadir dalam pembukaan pertemuan puncak ASEAN ke-15 adalah dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kamboja.

Menurut Abhisit, saat ini ASEAN telah memiliki Piagam ASEAN yang membuat organisasi ini lebih kuat. Pada Pertemuan Puncak ke-14 ASEAN di Hua Hin, Thailand, 27 Februari-1 Maret 2009 para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN menandatangani Deklarasi Peta Jalan Menuju Komunitas ASEAN 2009-2015 yang semakin memperjelas arah kerjasama ASEAN.

Ada isu penting lainnya di ASEAN yaitu Pemerintah Vietnam menyatakan siap untuk menjadi Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) selanjutnya setelah Thailand. Ini dinyatakan oleh Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung saat acara penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 ASEAN. Pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan untuk menjadi Ketua ASEAN sekaligus tuan rumah pelaksanaan KTT ke-16.

Selain itu isu penting lainnya pada KTT tersebut yaitu akan dibentuknya blok ekonomi seperti model Uni Eropa. Hal ini yang menjadi daya tarik datangnya Korea Selatan, China dan Jepang sebagai tamu dalam KTT tersebut. Rencananya jika rencana ini dapat berjalan akan juga merangkul negara-negara seperti India, Australia, dan Selandia Baru.

Dalam KTT ASEAN ini juga dibahas mengenai keinginan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menginginkan untuk memperkuat posisi G-20 dengan menekankan negara-negara ASEAN untuk ikut menjalankan hasil keputusan G-20, yang telah dianggap sebagai dewan ekonomi dunia. Salah satu harapan tersebut adalah negara-negara ASEAN membuka pasarnya. Menurut Obama G-20 lebih signifikan dalam berperan lebih untuk menuntaskan berbagai permasalahan global.

Forum G-20 yang melakukan pertemuan di Pittsburgh beberapa , Amerika Serikat pada 24-25 September 2009. Disepakati Forum G-20 ini akan dijadikan sebagai forum ekonomi global utama menggantikan peran G-8. Obama juga menginginkan melakukan reformasi pada sektor perbankan dengan memperkuat untuk nya dalam kerjasama perdagangan, ekonomi dan keamanan di Negara-negara ASEAN, seperti yang diutarakannya dalam G20 yang lalu.

Sementara itu para peserta KTT sebagian besar belum sepakat mengenai posisi Amerika Serikat ini, kecuali Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Sebagian besar peserta menganggap bahwa perjuangan melalui ASEAN masih relavan dan dapat ikut membangun perbaikan kondisi ekonomi regional Asia Tenggara dan global. Kawasan Asian Tenggara tidak perlu didikte oleh kekuatan lain, seperti yang dikemukakan oleh Perdana Menteri Thailand, Abhisit.

Umumnya para peserta belum menyetujui keinginan AS tersebut dengan dengan alasan bahwa kekuatan ASEAN harus dibangun oleh bangsa-bangsa di ASEAN sendiri. ASEAN bukanlah kuda dari pedati G20. ASEAN memiliki visi dan misi sendiri.

Hal lain yang terkait pembahasan di KTT ASEAN mengenai G-20 adalah agar Indonesia yang saat ini sebagai satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota dalam forum G20, sangat diharapkan dan diandalkan guna memastikan dihindarinya gejala proteksionisme dalam perdagangan dunia, seperti yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Ia menjelaskan peran Indonesia dalam G20 dan ASEAN bisa saling melengkapi karena peran kuat Indonesia di ASEAN sebenarnya dapat memberi pijakan dan fondasi yang berpengaruh di forum G20 dan demikian pula sebaliknya.

Mudah-mudahan peran Indonesia pada G-20 dapat mengakomodasi ASEAN dan anggotanya dalam Forum G-20. Asal jangan sebaliknya karena G-2o nyatanya lebih mementingkan negara-negara industri maju.

2 komentar:

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

salam sahabat
ehm..info bagus oh iya tapi kalo dilihat sekarang semakin turun soal kerjasamanya he,..he..good posting thnxs

Vicky Laurentina mengatakan...

Mau "negara-maju"-oriented atau "tetangga"-oriented? Buat saya, sama saja selama kerja sama itu menguntungkan kedua pihak secara seimbang. Saya lihat sudah banyak pakaian jadi kita yang diekspor ke Amerika Serikat dan dijual di sana dengan merk mahal. Kalau untuk scope tetangga ASEAN, mungkin bisa dimulai dengan promosi industri beras bersama.

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta