INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 18 September 2009

Mengapa Orang Indonesia Suka Mudik.. Mudik… Mudik…?


Oleh Heri Hidayat Makmun

Sudah menjadi budaya bangsa kita bahwa saat-saat terindah lebaran dihari pertama berkumpul dengan keluarga besar. Dimanapun berada seorang anak akan lebih merasa senang saat kumandang takbir bergema ada disungkaman ibundanya.

Sebuah budaya yang agung yang sangat memperhatikan kekuatan keluarga sebagai ikatan emosional. Identitas dan jati diri setiap kita sangat berasa jika kita pulang kampong, bertemu dengan sanak keluarga handai tolan kita.

Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran atau hari raya lainnya yang bertanggal merah.

Ada sesuatu hal yang harus kita telaah jika kita mau berpikir dan melihat dari sisi yang sangat berbeda. Marilah pandang kebiasaan mudik kita itu karena kondisi geografis dan demografi wilayah Indonesia ini.

Kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau terpadat di Indonesia. Lebih dari sebagian besar penduduk Indonesia tinggal dipulau ter sebut.
Konsentrasi yang cukup besar ini adalah akibat penduduk Indonesia yang merasa lebih senang berdomisili di pulau Jawa. Sehingga wajar saja jika berbagai jalan menuju dan dari pulau Jawa merupakan perlintasan tersibuk saat-saat beberapa hari sebelum lebaran.

Kalau kita perhatikan dengan seksama budaya mudik pada akhirnya tidak lepas dari mis manajemen dalam persebaran pembangunan infrastruktur kita. Pemerintah melulu memperhatikan pulau Jawa, bali dan Madura sebagai konsentrasi pembangunan selama hamper 64 tahun kita merdeka.

Wajar saja jika kita melihat wilayah dipulau Jawa sampai saat ini masih mengandalkan jalur jalan warisan Belanda. Ternyata Belanda lebih adil dalam membangun dibandingkan dengan bangsa kita sendiri.

Ada seloroh bagi orang-orang diluar pulau Jawa, untung saja dijajah kalau tidak kita tidak punya jalan. Betapa menyedihkannya jalan-jalan dipulau-pulau besar diluar Jawa, Bali dan Madura. Seperti contohnya pulau Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi, apalagi Papua.

Sampai sekarang ini di Sumatera jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Pelabuhan Bakauheni samapi Aceh ternyata adalah jalur jalan yang dibangun oleh Pemerintah Belanda untuk mengangkut karet, kelapa sawit, kopi, lada dan cengkeh. Lebar jalannyapun samapi saat ini belum banyak berubah.

Hanya satu jalur dengan lebar sekitar 4 – 6 meter saja, Dua buah bus yang berlawanan arah harus mengalah salah satunya untuk meletetakkan salah satu bannya keluar jalur jalan. Ini belum memperhatikan kualitas jalannya, yang banyak sekali lubang.

Bagi yang belum pernah keluar Jawa jangan pernah berpikir untuk menemukan jalan tol, jalan lingkar, jalan dua tiga atau empat jalur, apalagi jalan layang, karena yang ada adalah jalan sempit sekitar 4-6 meter saja yang digunakan untuk dua arah berlawanan.

Kembali ke mudik tadi, jelaslah kita dapat menarik kesimpulan bahwa mudik diakibatkan oleh para pekerja perantauan dari kampong (luar jawa) untuk mendapatkan pekerjaan dikota (pulau Jawa).

Mereka ingin mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik di kota sebagai pusat aktifitas ekonomi yang lebih tinggi. Kesulitan mencari nafkah menyebabkan mereka mencari penghidupan yang lebih layak dengan mencari pekerjaan dengan melakukan urbanisasi ke kota-kota yang dianggap lebih makmur.

Pada akhirnya kita mempertanyakan kembali tentang eksistensi budaya mudik bangsa kita ini, apakah ini benar-benar merupakan budaya dan tradisi kita sesungguhnya atau kesalahan pemerintah dalam persebaran pembangunan yang masih jauh dari merata?

3 komentar:

Giblog mengatakan...

bener bgt tuh bro,,
ternyata berguna juga kita kena jajah =D

IMCurtain mengatakan...

Happy Eid ul-Fitr (Muslim) and Happy Holiday (Non-Muslim).

p/s: Join our blogging community and spread your words there! :) Social Blogger Community

yusi.wBlog mengatakan...

itulah manfaat dari segi positif walaupun di jajah tapi kita di wariskan jalan untuk menghubungkan daerah satu dgn lainnya tapi sayang pemerintah kurang perhatian

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta