INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 08 September 2009

Kasus Bank Century Bukan Krisis Ekonomi Tetapi Murni Dugaan Pelanggaran Hukum

Tampaknya kedepan nanti perlu ada tes bagi calon pejabat, apakah dia cinta tanah air atau tidak? Memikirkan keterpurukan bangsa ini atau tidak? Ingin menolong rakyat yang sekarang ini kelaparan atau tidak? Keputusan seorang pejabat akan menjawab semua pertanyaan itu.

Apakah seorang pejabat berupaya melindungi Negara dari kerugian atau akan membantu segelintir orang yang jelas-jelas telah melakukan tindakan penipuan dan perampokan terhadap uang nasabahnya sendiri.

Tanpaknya kita harus membedakan mana tindakan kritis yang berkaitan dengan kondisi perekonomian secara keseluruhan dengan tindakan criminal yang melakukan kejahatan. Apalagi masalah ini sangat merugikan masyarakat. Kita tahu dana LPS itu adalah dana masyarakat yang dijaminkan perbankan.

Pemilik Bank Century melakukan tindakan yang menyebabkan Bank Century melakukan pelanggaran yaitu dengan penempatan dana di pasar uang.

”Modus kejahatan perbankan yang diduga dilakukan manajemen Bank Century adalah penempatan dana yang sembrono di pasar uang (money market-red),” kata Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, Senin (24/11). Hal ini terlihat dari penyimpangan yang dilakukan manajemen Bank Century yang memiliki kewajiban surat berharga valas sebesar US$ 210 juta, seperti yang dikutip dari Harian Sinar Harapan.

Seperti yang diberitakan Kompas menuliskan: "Secara politik, ada kaitannya dengan pengambilan keputusan di level pemerintah yang kurang tepat dalam pemberian dana bail out ke Century. Sedangkan secara hukum, kita masih menunggu hasil pemeriksaan BPK lebih jelas ada tidaknya campur tangan dari Sri Mulyani," ungkap anggota Komisi XI DPR Natsir Mansyur, dalam konferensi pers, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (6/9/2009).

Kasus ini masih terus menjadi sorotan publik. Rencananya KPK akan mengambil alih kasus ini setelah audit investigasi BPK selesai. Sekarang ini kasus ini sedang ditangani oleh BPK.

Kejaksaan Agung (Kejagung) juga memantau terus perkembangan dugaan pelanggaran hukum dalam kasus Bank Century. "Intel (intelijen) dan Pidsus (Pidana khusus) saya perintahkan untuk memonitornya. Sekarang kan masih diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," kata Jaksa Agung, Hendarman Supandji, di Jakarta, Jumat, seperti yang dikutip dari Kantor Berita Antara (4/9/2009).

Kasus Bank century ini harus segera ditangani dengan cepat, karena ini akan mempengaruhi kredibilitas Bank Indonesia sebagai bank sentral. Kejagung harus cepat mengambil tindakan jika memang sudah jelas terlihat kasus ini mengandung tindakan pelanggaran hukum.

Akibat moral hazard ini, masyarakat sangat dirugikan demikian besar. Dana 6,7 triliun itu luar biasa jika untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi kita tahu kondisi masyarakt sekarang ini, jangankan 6,7 triliun! Untuk makan saja mereka sudah kesulitan.

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta