INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 27 September 2009

Jaga KPK Tetap Independen!

Oleh Heri Hidayat Makmun

Kerawanan indepedensi paska keluarnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Perubahan terhadap UU No. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar diuji. Apakah institusi KPK mampu bergerak bebas tanpa terikat pada penguasa atau justru menjadi boneka manis rezim yang berkuasa. Ini sebenarnya yang menjadi kekwatiran publik.

Bukan isapan jempol jika keluarnya Perppu ini berbarengan dengan masalah lain yang sedang bergelinding membesar, Kasus bail out Bank Century. Bank yang assetnya tidak lebih dari satu triliun itu dapat suntikan dari Depkeu, BI dan akhirnya dapat cairkan LPS sebesar Rp. 6,7 triliun, karena keburukan manajemen Bank Century suntikan yang demikian besar itupun tidak menyelesaikan masalah, karena nyatanya nasabah kecil dana belum dapat diambil. Jadi sebenarnya kemana larinya dana tersebut?

Bola panas sekararang ada di tangan Tim Lima, yang terdiri atas Widodo AS, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung, mantan Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki, dan Pengacara Senior Todung Mulya Lubis.
Untung saja di saja ada Adnan Buyung Nasution, Taufiequrrachman Ruki dan Todung Mulya Lubis yang masih saya yakini kepeduliannya kepada bangsa ini, tapi saya masih berharap semua dari Tim Lima dapat berbuat secara independen.

Satu hal yang menjadi kreteria independensinya KPK adalah Pejabat Plt Pimpinan KPK harus dari kalangan yang tidak diajukan dari pemerintah atau unsur dari pemerintah. Juga bukan dari Kejaksaan atau Kepolisian. Ini penting agar KPK dapat berjalan sesuai dengan amanah Undang-Undang KPK Nomor 30 Tahun 2002. Setidaknya bagi publik KPK memiliki kepercayaan dan akseptabilitas.

Ada wacana lain yang sebenarnya cukup bagus, yaitu unsur KPK yang ada sekarang bisa dijadikan calon yang dianggap lebih baik. Pertama kemungkinan pembocoran rahasia KPK lebih terjaga, kedua independensi KPK tidak diobok-obok, dan ketiga kompetensi dan pengalaman di KPK selama ini sudah cukup untuk langsung bekerja. Saya rasa ini adalah usul yang sangat baik.

Hal yang paling penting lagi adalah tentang masa depan KPK, bagaimanapun para pimpinan KPK tidak boleh di pilih langsung oleh Presiden, jika ini terjadi maka demokrasi kita akan terancam, tapi bagaimana Perppu kontroversial ini sudah terlanjut diteken.

Hal ini akan menjadi masalah konstitusi kita pada masa yang akan datang. Masih bagus sekarang dengan menunjukkan Tim Lima (yang saya masih yakini adalah orang baik), tapi bagaimana pada masa yang akan datang. Bisa jadi Presiden pada masa yang akan datang akan langsung memilih.

Kita tahu keberadaan Tim Lima adalah akibat tekanan politik yang kuat dari para pejuang anti korupsi negari ini. Bagaimanapun pemilihan calon KPK yang akan datang harus kita harus kembalikan lagi agar para kandidat pimpinan KPK dipilih oleh DPR seperti yang sudah-sudah.

Walaupun di DPR juga akan banyak kepentingan, tetapi setidak-tidaknya akan lebih banyak unsur yang terlibat dalam proses pemilihan yang akan terjadi. Plus dengan tekanan dari para pejuang anti korupsi yang tidak boleh berhenti. Teruslah berjuang karena KPK adalah Jantung Indonesia untuk saat ini.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta