INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 31 Agustus 2009

Jangan Ada Embel-Embel Dalam Divestasi Saham Newmont


PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) merupakan perusahaan joint venture company yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership (Newmont Indonesia Limited and Sumitomo) dan PT Pukuafu Indah.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1986 sebagai awal setelah ditandatanganinya kontrak kerja antara PTNNT dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan penambangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu di area penambangan tembaga dan emas Batu Hijau Nusa Tenggara Barat.

Rencananya PTNNT akan melakukan divestasi saham yang akan dijual kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari perjanjian antara perusahaan tersebut dengan RI. Divestasi sebesar 14% tersebut akan diserahkan kepada perusahaan daerah yang akan didirikan dalam satu konsorsium Propinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa, yaitu PT Daerah Maju Bersaing.

Mekanisme divestasi yang akan dilakukan adalah dengan menjual saham 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara senilai 493,6 juta dolar Amerika Serikat kepada tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat, kemudian saham tersebut dibeli lagi oleh PT Aneka Tambang Tbk.

Rencananya PT Multi Daerah Bersaing bekerja sama dengan PT Multicapital Indonesia, anak usaha Grup Bakrie yang akan mengelola 10 persen saham Newmont. Hal ini lakukan agar perusahaan daerah tersebut memiliki kemampuan modal dan kapabilitas manajemen.

Perhitungan harga saham PT Newmont Nusa Tenggara akan berdasarkan pada data yang legitimate dengan menggunakan asumsi harga, inflasi, tingkat kenaikan cost dan harga. Hal ini disampaikan Direktur Utama PTNNT Martiono Hadianto kepada wartawan di Gedung Ditjen Minerbapabum, Jalan Supomo No. 10, Jakarta, Jumat (24/4/2009), seperti yang lansir oleh Kantor Berita Antara.

Menurut Dosen Universitas Gajahmada, Ichsanuddin Noorsyi , negara akan mendapat keuntungan maksimal jika pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat mengelola sendiri sumber daya alamnya."Saham Newmont pada hakikatnya hak pemerintah daerah seperti halnya Blok Cepu. Logikanya adalah kepemilikan tergantung pada letak tanahnya," katanya.

Hal ini menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki potensi yang sama untuk mendapatkan kesempatan mengelolan dan sebagai upaya penguatan pemerintah daerah. Tetapi tentunya hal ini bisa berjalan jika pemerintah pusat dapat mengakomodasi dengan tulus dan tanpa embel-embel. Semoga rencana tersebut dapat berjalan.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta