INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 21 Juni 2009

Aset Strategis Kita yang Dikuasai Bangsa Lain

Oleh Sri Megawati

Bisakah kita mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang kaya dan sukses dalam membangaun ekonomi? Kenyataanya sekarang ini bangsa-bangsa yang maju secara ekonomi seperti China, India, Malaysia atau Singapura yang dalam decade ini adalah bangsa yang sukses secara ekonomi memiliki ciri khusus yaitu dapat menguasai asset bangsa lain, atau setidaknya dapat mempertahankan asset strategisnya tetap ditangan dan dapat berproduksi dengan baik.

Hal yang sangat kita sedihkan adalah bangsa kita justru terjadi sebaliknya. Ternyata banyak aset-aset Indonesia yang sangat strategis kini dikuasai bangsa lain. Sebut saja PT Indosat Tbk. yang pernah dijual ke Temasek Holding dan kini berada di tangan Qatar Telecom, PT Telkomsel yang dimiliki Temasek Singapura, XL yang dimiliki Malaysia dan masih banyak lagi.

Konglomerat Singapura melalui Temasek sudah cukup lama membidik dan memburu sektor telekomunikasi di Indonesia. Lewat STT, pada tahun 2001 Temasek termasuk investor yang paling sigap menawar saham PT Telkomsel. Usaha itu kemudian membuahkan hasil dengan mengantongi saham operator seluler terbesar di Indonesia sebesar 35 persen.

Temasek yang menguasai saham STT sampai 67,65 persen, dengan kalimat lain, secara tidak langsung juga menggenggam 23,7 persen saham Telkomsel. Bersama Cargill Golden Agri Resources, Temasek juga masuk dalam pengelolaan dan pengembangan perkebunan minyak kelapa sawit di Indonesia.

Kita tahu, saat dibeli oleh Temasek, jumlah pelanggan seluler Indosat masih sekitar 3,5 juta namun hingga dijual kepada Qatar Telecom tahun lalu, pelanggan Indosat sudah mencapai 16,7 juta pelanggan atau nyaris tujuh kali lipat jumlah penduduk Singapura.

Dari sisi laba, Indosat terus meraup angka paling sedikit 25 persen dari nilai investasi awal Temasek sebesar Rp 5 triliun, atau sekitar Rp 1,25 triliun. Hingga akhir 2006, BUMN Singapura itu mampu meraup pendapatan usaha Rp 12,3 triliun. Sebanyak 75,4 persen dari pendapatan itu disumbangkan oleh bisnis selulernya dan itu disumbangkan oleh Indosat. Bisa dibayangkan berapa triliun rupiah yang dikeduk pemerintah Singapura dari Indosat selama lima tahun terakhir?

Di bidang ini juga, perusahaan tetangga kita Malaysia, Khasanah, misalnya menguasai operator seluler XL. Di perbankan, Khasanah menggenggam saham Bank Niaga dan Bank Lippo, yang kini setelah dimerger diubah namanya menjadi Bank CIMB Niaga.

Lalu Malayan Banking (Maybank) membeli 100 persen saham konsorsium Sorak Finansial Holdings Pte Ltd di PT Bank International Indonesia (BII) Tbk. Satu bank Malaysia juga sudah menguasai Bank Bumiputera.

Lalu Group Guthrie, menguasai 25 perusahaan perkebunan dari hasil lelang yang digelar BPPN. Dengan penguasaan lahan tersebut, Guthrie kini memiliki lebih dari 260 ribu hektare lahan kelapa sawit di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta