Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Kamis, 14 Mei 2009

Neo Liberal Musuh Rakyat Indonesia

Semua orang tahu bahwa kemiskinan permanen yang diciptakan oleh sebuah sistem yang dinamakan neo liberal di Indonesia adalah akibat pemerintah lemah terhadap berbagai intervensi asing. Asing masih terus berupaya menguras mineral di Indonesia dengan hanya memberikan sedikit fee kepada pemerintah.

Seperti yang diungkapkan oleh Pengamat politik dari Universitas Paramadina Bima Arya Sugiarto bahwa intervensi politik juga kemungkinan akan terjadi secara halus pada pemilu presiden yang akan datang. Intervensi ini bisa melalui media massa. Maksud intervensi ini supaya misi neo liberal untuk tetap mempertahankan perusahaan pengekplorasi mineral asing di Indonesia tetap bertahan.

Bima Arya Sugiarto menilai selama ini SBY sebagai presiden juga dianggap lemah terhadap intervensi asing sehingga opini yang beredar di masyarakat, terdapat keterlibatan pihak asing atas terbentuknya pasangan SBY-Boediono.

Opini masyarakat sekarang ini beredar mengenai paham neoliberal pada pasangan SBY-Budiono.

Selain Bima, Pendiri Negarawan Center Johan Silalahi juga ikut menilai bahwa jika sampai pasangan Capres dan Cawapres SBY-Boediono terpilih, maka kebijakan asing, intervensi asing, penguasaan asing di Indonesia akan semakin merajalela seperti yang dikutif dari kantor berita Antara.

Walaupun paham ini jelas sudah terbukti mengalami kebangkrutan, tetapi masih banyak pihak yang berupaya untuk tetap mempertahankan sistem ini. Seperti dalam pertemuan negara-negara G-20 dalam The London Summit akan segera diselenggarakan pada tanggal 1 – 2 April 2009 yang berupaya untuk kembali membangun sistem yang rapuh ini.

Forum 20 pemimpin negara-negara maju dan berkembang tersebut punya banyak tawaran. Beberapa pihak pun akhirnya berharap banyak akan adanya solusi berbagai macam krisis melalui forum ini.

Namun karena secara garis besar masih tetap dalam kerangka kebijakan kapitalisme-neoliberal, tawaran dan harapan sepertinya akan jauh api dari panggang.

Pertama, G-20 tidak memiliki legitimasi sebagai forum pengambilan keputusan untuk rakyat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Jikapun ini bisa terjadi hanya berupa intervensi. Demikian juga terhadap negara-negara miskin dan berkembang lainnya.

Kedua, Ada kemungkinan negara-negara akan memperalat negara-negara berkembang dalam pertemuan G-20 untuk merevitalisasi Putaran Doha Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan pembukaan investasi dalam rangka eksploitasi kekayaan alam negara berkembang dan perdagangan karbon/offset dalam penyelesaian krisis. Sebagai bagian dari masalah krisis global, terutama krisis pangan, mekanisme pasar dalam WTO sudah sejak lama diprotes oleh rakyat di seluruh dunia.

Hal tersebut telah menimbulkan:
1) Ketergantungan yang sangat besar terhadap pasar internasional;
2) Eksploitasi secara besar-besaran sumber daya perikanan negara-negara berkembang via negosiasi NAMA (Non-Agriculture Market Access);
3) Subsidi domestik dan ekspor yang tidak adil dan merusak pasar domestik;
4) Keuntungan sejumlah perusahaan transnasional (TNCs) besar pertanian, pemerintah negara sponsornya, serta spekulator di pasar internasional pangan dan pertanian.

Ketiga, Pertemuan G-20 besar kemungkinan akan mempromosikan utang baru bagi negara-negara berkembang melalui reformasi Lembaga Keuangan Internasional (IFIs). Hal ini jelas akan kembali membangun "sistem lintah darat" dengan agenda menguatkan kembali peran Bank Dunia dan IMF dalam penyebaran utang luar negri yang semakin memiskinkan negara-negara berkembang.

Kesejahteraan rakyat Indonesia semakin jauh jika kita kembali ke masa lalu yang suram. Jadi bisa dikatakan bahwa neo liberal adalah musuh negara-negara miskin dan berkembang seperti Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Please fill the comments about this post

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers