INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 07 April 2009

Stop Budaya Politik Bumi Hangus

Oleh Heri Hidayat Makmun

Setiap orang mungkin berbeda pendapat tentang sistem bernegara yang paling baik. Masing-masing dilatarbelakangi oleh background pengetahuan dan pengalamannya, tapi ada benang merah yang bisa kita ambil bahwa kita tidak akan pernah selesai, jika kerja kita setengah-setengah.

Kita harus ingat bahwa banyak juga sebenarnya hal-hal baik yang ada di orde baru tetapi dengan alasan reformasi kita bumi hanguskan semuanya. Saya khawatir kita akan, melakukan itu setelah rezim baru yang akan datang. Kita selalu ingin berjalan dari awal lagi karena budaya politikus kita yang ingin selalu hebat sendiri.

Sistem apapun yang kita gunakan hanya menjadi bumerang jika kita tidak tuntas menjalankannya. Banyak negara-negara yang sudah mapan membutuhkan waktu beratus-ratus tahun untuk mendapatkan formatnya yang terbaik, dan itupun masih terus terjadi evolusi format sistem bernegara yang dijalankan secara alamiah.

Tapi ingatlah perubahan sistem bisa memicu revolusi yang mahal. Negara-negara di Afrika tidak sudah-sudah untuk selalu berevolusi, dengan maksud membawa salah satu isme dan model poltik tertentu, tetapi sesungguhnya yang mereka jalani adalah kediktatoran, dari rezim kerezim berikutnya. Rezim-rezim atau figur-figur bukan pembawa sistem yang baru.

Cara berpikir bangsa kita sering menjadikan figur sebagai lokomotif perubahan tetapi tidak pernah menggunakan sistem yang sungguh-sungguh kita jalani. Ini sangat berbahaya. Figur atau rezim yang terlalu mewarnai sistem kita, bukan sistem kita yang akan memberikan bentuk dan prilaku politikus kita.

Memang sejarah bangsa kita awalnya sudah terlanjur seperti ini, seperti masa Soekarno yang pemikirannya sangat dominan, juga masa Soeharto yang juga menjalankan metamorfosis kebentuk lainnya. Orang baru, gagasan baru, dan revolusi baru. Mahal dan menyedihkan bagi rakyat.

Mari kita mulai dengan tidak menjagokan figur, tetapi visi politiknya. Visi ini bisa dialih generasikan kepada generasi-generasi berikutnya yang lebih pintar dan lebih pengalaman dari sejarah perjalanan politik bangsa ini pada masa lalu. Mereka akan menemukan jalan dan cara yang lebih baik.

Juga kita tangan terlalu gemas untuk berubah sistem kesistem lainnya, tanpa menjalankannya sistem itu sendiri secara sungguh-sungguh. Ingatlah sekarang ini negara-negara termakmur justru ada di Timur Tengah yang otokrasi. Kesejahteraan rakyat adalah isu yang paling membumi. Bukan perubahan sistem.

Saya tetap yakin dengan keteguhan NKRI kita. Jangan dirubah yang ini, tetapi budaya politik kita yang harus kita rubah, dan saya berada dibelakangnya. Semoga perbedaan tidak menjadikan bangsa ini lemah, tetapi perbedaan itu kita jadikan aset yang akan memperkaya budaya dan kebijaksanaan bangsa kita.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta