INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 27 Februari 2009

Amerika Serikat Pelanggar Berat HAM Nomor Wahid


Oleh Josep Leonardi

Tidak ada tingkah laku Amerika Serikat di dunia yang pada akhirnya tidak akan menjadi dilema dunia. Dalam kasus-kasus dikawasan Timur Tengah, Eropa Timur, Asia Timur dan sebagainya, peran AS selalu menjadi momok bagi stabilitas wilayah. Kerusakan alam, pelanggaran HAM, penjajahan dan perebutan akses ekonomi atas minyak dan sebagainya menjadi misi utama AS dalam kancah politik luar negerinya.

Pada contoh kasus-kasus seperti Grenada, El Salvador dan Nikaragua. Bisa dilihat walaupun tidak ada keuntungan ekonomi yang dijanjikan, tetapi kemandirian negara-negara dunia ketiga yang tidak terikat pada Washington akan mendapatkan stigma "membahayakan". Negara seperti ini tidak akan dijadikan sekutu. Ancaman embargo ekonomi sampai pada invansi militer harus siap ditanggungnya. Faktor ekonomi menjadi nomor dua, strategi wilayah dianggap menjadi penting.

Paska runtuhnya Uni Soviet yang ditandai dengan dirubuhkannya tembok Berlin, ternyata kebijakan AS tidak berubah. Ditahun 1993 mereka menyerang Somalia dengan maksud ikut campur untuk menata ulang peta politik negara tersebut.

AS juga Ikut campur juga untuk menumpas gerakan perlawanan di Peru, Meksiko, Kolombia, dan Ekuador. Hal ini dilakukan di Amerika Latin di tahun 1960-an, 1970-an, 1980-an sampai tahun 1990-an.

Setelah AS menghujani Irak dengan bom tahun 1991. Penyerbuan ini dilakukan sebelum invansi AS atas Irak yang sekarang. AS mendirikan pangkalan militer di Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab. Kemudian operasi badai gurun dilancarkan kembali sampai saat ini.

Pada ikut dalam konflik Yugoslavia di tahun 1999 yang akhirnya negara ini pecah. AS mendirikan pangkalan senjata di Kosovo, Georgia, Albania, Bulgaria, Makedonia, Hungaria, Bosnia, dan Kroasia. Kemudain setelah menginvansi Afghanistan tahun 2001 sampai saat ini. AS mendirikan pangkalan militer di Afghanistan, Pakistan, Kazakhstan, Georgia, Yaman dan Djibouti.

Di Jepang, Korea Selatan, Taiwan AS juga mendirikan pangkalan militernya. Bahkan Yukosuka pangkalan marinir AS di Jepang dijadikan sebagai pusat kekuatan nuklir di Asia Timur. Berbagai kapal induk berkekuatan nuklir hilir mudik disini, contoh seperti Kapal Induk USS George Washington. Pemimpin Partai Demokrat Sosial Mizuho Fukushima dalam satu pidato pada unjukrasa itu mengatakan bahwa; "Satu kapal induk berbahan nuklir adalah lebih berbahaya ketimbang generasi kekuatan nuklir". Dalam kaitannya dengan perang globar AS yang selalu memaksa Jepang ikut, ia juga berkomentar, "Jepang , yang memiliki konstitusi damai, harus tidak terlibat dalam perang tak pantas AS."

Paling parah pelanggaran HAM oleh AS di tanah Vietnam. Atas dasar tuduhan Vietnamn sebagai pelaku idiologi komunis dan sosialis. AS banyak melakukan kejahatan perang dalam kurun waktu berlangsungnya perang Vietnam, termasuk penggunaan senjata kimia yang ilegal.

Antara tahun 1662 dan 1971, AS menumpahkan 19 juta galon racun tanaman (herbisida) di Vietnam, dan yang paling ganas adalah 12 juta galon agent orange (herbisida dengan kadar racun yang sangat kuat), yang mengandung dioksin, racun yang merusak pusat susunan syaraf dan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan kanker, diabetes, bronkhitis kronis, denyut jantung tak beraturan, kerusakan kalenjer gondok, IQ rendah pada anak-anak, bayi lahir cacat, kerusakan otak, sumbing, katarak, dan cacat kaki.

Dari dua juta orang Vietnam yang terbunuh selama masa perang, sekitar satu juta adalah korban agent orange. Selain menebarkan agent orange ke seluruh penjuru Vietnam, lebih dari dua puluh kali pasukan khusus AS menggunakan gas syaraf sarin kepada tentara Vietnam maupun sipil.

Sekedar mengingatkan, gas inilah yang dilepaskan di pagi hari bulan Maret 1995 di stasiun subway Tokyo oleh para pengikut sekte Aum Shinrikyo, sebuah sekte keagamaan yang dipimpin oleh Shoko Asahara. Peristiwa ini menewaskan 12 orang dan melukai 5.000 orang lainnya yang waktu itu memadati stasiun subwey. Tahun sebelumnya, dengan gas yang sama, pengikut sekte ini membunuh 7 orang di kota Marsumoto.

Traktat Paris ditandatangani tanggal 27 Januari 1973, dan dengan itu pasukan Amerika harus ditarik dari Vietnam. Dua tahun kemudian, tanggal 30 April 1975, Sigon jatuh dan Perang Vietnam berakhir dengan kemenangan Vietnam Utara.

Perang berakhir bukanlah berarti berakhirnya penderitaan warga Vietnam. Korban-korban tetap berjatuhan setelah itu. Selama masa perang, Amerika menyemprotkan 19 juta galon agent orange dalam rangka untuk menghancurkan pangan dan perlindungan musuh. Racun tanamaan itu tetap bekerja dengan baik hingga bertahun-tahun setelah perang, dan sudah merambah generasi ketiga korbannya sampai hari ini.

Bulan November 2000, menjelang kunjungan Clinton ke Vietnam, BBC membuat laporan tentang warisan agent orange dan memajang di website-nya sejumlah foto anak-anak Vietnam yang mengalami cacat lahir. To Tien Hoa, seorang kakek berusia 65 tahun yang menghabiskan masa tujuh tahun bertempur melawan Amerika, mengatakan bahwa ia disemprot berulang kali dengan agent orange. "Anak saya lahir cacat kaki dan sekarang cucu saya tidak memiliki kaki, sedangkan tangannya cacat," katanya sebagaimana dikutip BBC. "Saya yakin ini karena agent orange."

Chris Hatfield, seorang Kanada, telah melakukan survei yang saksama tentang agent orange ini terutama di daerah-daerah bekas pangkalan udara AS tempat penyimpanan herbisida. Ia mengatakan bahwa tempat itu sungguh sangat tercemar bahan kimia beracun dan dibeberapa tempat racun dioksin itu tidak benar-benar berkurang sama sekali. "Dioksin berpindah dari tanah ke endapan empang dan masuk ke tubuh ikan-ikan yang dipelihara di empang itu, kemudian masuk ke dalam darah dan air susu ibu," katanya.

"Sejauh ini pemerintah Vietnam tidak bisa melakukan apa-apa untuk pembersihan," kata Profesor Le Cao Dai, direktur eksekutif Dana Korban Agent Orange dan salah satu orang Vietnam yang ahli dalam permasalahan ini. Untuk menyingkirkan racun itu, katanya, tanah yang tercemari harus dipanaskan dengan temperatur yang sangat tinggi, ini tentunya sebuah proses yang mahal. Apalagi dengan luas areal yang terkontaminasi yang sangat lebar dan tersebar. Banyak orang cacat lahir di desa-desa yang disemprot racun tersebut.

Di luar Agent Orange yang masih tetap menguasai Vietnam warisan AS lainnya yang tetap bercokol lama disana adalah ranjau darat. Ranjau-ranjau itu, yang ditanam oleh tentara AS, bisa meledak setiap saat dan meminta korban. Hoan Quang Sy, 11 tahun. Kehilangan tangan kirinya akibat ledakan ranjau darat sisa perang Vietnam. Presiden Clinton melihat anak itu mengulurkan jabat tangan kepadanya ketika ia berkunjung ke Vietnam pada bulan November 2000.

Clinton juga bertemu dengan Nguyun Duc Huynh yang kehilangan mata dan tangan, dan juga bertemu Nguyen Duc Hoa yang terbakar wajarnya. Keduanya berusia 12 tahun. Ranjau-ranjau yang tidak meledak di masa perang tetap membunuh sekitar 2000 orang Vietnam dalam setahun.

Namun walaupun berbagai ranjau ini masih sangat berbahaya AS masih tidak mau menandatangai kesepakatan bahwa pemakaian ranjau darat adalah tidak syah. Amerika Serikat memiliki stok ranjau darat sebanyak 11 juta. Walapun Clinton sudah pernah mengunjungi Vietnam tetapi tidak pernah ada seuntai kata yang menunjukkan permintaan maaf negara itu kepada Vietnam. Apalagi masa setelah Presiden G Bush berkuasa, selain tidak pernah akan mengatakan itu. Bush mengatakan bahwa Vietnam sebagai contoh negara yang bandel.

Masih ada satu lagi senjata pemusnah masal yang digunakan AS di Vietnam, yaitu Fosfor Putih. Bahan kimia ini adalah unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya.

Fosfor amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen, ditemukan dalam berbagai bentuk, dan merupakan unsur penting dalam makhluk hidup. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen.

Jika digunakan sebagai senjata, misalnya dimasukkan dalam bom maka efek dari bom fosfor putih yang digunakan oleh tentara Israel untuk membunuh penduduk Palestina ini akan terus terbakar selama masih ada oksigen yang mengenainya, dan apabila korban yg terkena serbuk ini, akan terus terbakar selama masih ada oksigen didalam tubuhnya, bahkan sampai ketulang-tulang, dan terjadi secara perlahan-lahan.

Bubuk kimia ini pernah digunakan pasukan AS pada saat perang melawan Pasukan Irak dan Vietnam. Tentu saja penggunaan senjata ini tergolong sangat kejam, karena bukan saja untuk bermaksud sekedar membunuh tetapi juga akan sangat menyakiti korbannya yang pada akhirnya akan terbunuh.

Di tempat lain saat ini, AS juga mempertahankan sebuah perebutan wilayah yang dilakukan secara tidak sah oleh Israel terhadap bangsa Palestina yang lemah secara militer dan sumber daya. Mereka harus menghadapi mesin perang canggih buatan AS. Seperti agresi Israel baru-baru ini di Gaza yang membunuh ribuan penduduk sipil anak-anak dan wanita. Apa yang dilakukan oleh Israel ini disetujui oleh pemerintahan Bush dan Obama.

Kita juga harus ingat tentang Guantanamo, sebuat kamp tahanan terkejam di dunia. Kamp tahanan yang Teluk Guantanamo dijadikan pangkalan Angkatan Laut AS, dan di situ ditempatkan sekitar 9.500 orang marinir. AS resminya menyewa Pangkalan AL Guantanamo ini dari pemerintah Kuba sebelum Castro. Castro tidak mengakui perjanjian itu, namun dia tidak berdaya mengusir para serdadu AS tersebut karena AS berdalih bahwa perjanjian sewa-menyewa itu resmi dan dilindungi hukum internasional. Sebuah kebohongan yang amat nyata.

Lalu, sejak awal tahun 2002, Guantanamo dijadikan penjara hidup paling kejam di dunia.[rujukan?] Di tempat tersebut disembunyikan sekitar 500 tahanan yang dituduh AS sebagai teroris. Tahanan yang tertuduh tidak melalui proses pengadilan yang adil. Semua tahanan rata-rata dicomot begitu saja dan langsung ditahan. Walaupun Presiden Obama telah memutuskan untuk menutup kamp ini, tetapi sampai sekarang status tahanan masih terkatung-katung. Pada umumnya para tahanan ini mengalami kerusakan fisik dan fisikis yang teramat berat.

Dalam masalah Irak memang AS akan keluar dari Irak pada Agustus 2010 tetapi justru AS meningkatkan jumlah tentara di Afghanistan era Obama. Dari pos-pos di Irak dan Afghanistan ini pasukan AS juga banyak melakukan serangan ke wilayah Pakistan yang mengorbarkan masyarakat sipil.

Sulit diterima akal pikiran sehat bagi bangsa yang tidak mengalami kemenangan World War II. Efek dari World War II masih terus berlanjut untuk membangun empire nation tanpa melakukan pelanggaran HAM berat di m ana-mana. Itulah Amerika Serikat pelanggar berat HAM dunia nomor wahid yang justru mengaku sebagai pengawas HAM.

Wajar saja jika pemerintah China baru-baru ini memprotes tindakan-tindakan AS didunia dengan pernyataan, ”Stop US as supervisory human rights!”

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta