INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 20 Februari 2009

Amerika Serikat Akan Menjadi Negara Sosialis Baru

Oleh Farhan Hasan Simanjuntak

Kondisi krisis mungkin menyebabkan sesuatu yang terlalu ekstrim akan terjadi. Ujub-ujub dapat kita lihat Amerika Serikat yang kelabakan menghadapi krisis yang dari hari kehari semakin menakutkan.

Kondisi kritis ini harus disikapi secara tegas oleh Pemerintah Amerika Serikat sebagai cara trasional yang paling aman untuk dengan segera memberikan pengaruh langsung atas perbaikan ekonomi yang cepat.

Kesalahan patal kapitalisasi yang terlalu berlebihan pada perbankan Amerika Serikat telah banyak melakukan kejahantan ekonomi yang menjadi cikal awal kehancuran ekonomi AS.

Seperti yang dikatakan oleh Greenspan bahwa tidak ada jalan lain bagi Amerika Serikat sekarang ini untuk dengan segera menasionaliasi perbankan yang menjadi biang keladi krisis AS yang berimbas pada krisis ekonomi global ini. AS harus melakukan nasionalisasi perbankan agar kondisi moneter negara itu dapat segera stabil, mantan ketua Federal Reserve AS, Alan Greenspan mengatakan.

Menurut Greenspan langkah restrukturisasi dengan melakukan nasionalisasi merupakan upaya terbaik dalam menggerakan kembali dan menstabilkan kondisi moneter AS. "Saya mengerti bahwa tindakan ini tidak sesuai dengan alam demokrasi dan kebijakan pemerintah, namun hal ini harus dilakukan kalau AS ingin segera keluar dari krisis," kata Greenspan seperti dikutip AP, kemarin.

Seperti kita ketahui sebelumnya Rusia telah pernah hancur dan bankit kembali setelah banyak malakukan nasionalisasi asetnya yang banyak dipegang oleh konglomeratnya yang terlalu serakah. Nasionalisasi ini dapat membangkitkan ekonominya para masa Putin menjadi Presiden Rusia. Tetapi tentu Rusia adalah negara sosialis. Apa yang dilakukan oleh Rusia dalam program nasionalisasinya adalah hal yang tidak keluar dari ideloginya. Tetapi AS tentunya lain.

AS merupakan negara yang paling liberal dan kapitalis dalam menjalankan ekonominya. Pada masa Bush hal ini menjadi daerah merah yang harus tidak boleh dirubah. Greenspan yang pernah membawa The Federal Reserve sebagai bank sentral terkuat di dunia mengatakan bahwa menyesal dan geram melihat serangkaian kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan mantan Presiden George Bush.

Faktor lain yang menjadikan liberalisasi sebagai biang kerok masalah ekonomi AS adalah masalah penipuan pada bursa saham. Seperti yang diberitakan akhir-akhir ini Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC-sejenis Bapepam-LK di Indonesia), Selasa, menuduh tokoh Texas dan promotor terkemuka kriket Allen Stanford dalam sebuah skema penipuan sekuritas internasional yang melebatkan 9,2 miliar dolar AS. Itu merupakan penipuan keuangan AS terbesar sejak pemberi modal Wall Street, Bernard Madoff ditangkap dua bulan lalu atas tuduhan melakukan penipuan 50 miliar dolar AS.

Masa Obama ternyata lebih fleksibel dan prakmatis dalam menentukan arah ekonominya. Ternyata nasionalisasi menjadi pilihan mereka, sehingga bisa kita katakan bahwa AS adalah negara sosialis baru.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta