INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 06 Desember 2008

Iklan Politik di Televisi, Untuk Menjual Figur atau Untuk Membesarkan Bangsa?

Oleh Sumantiri B Sugeo

Fenomena akhir-akhir ini banyak bermunculan iklan-iklan diri yang muncul ditelevisi, situs atau surat kabar. Memasang poto-poto dan banner besar-besar, dengan senyum yang sangat manis.

Ada yang melibatkan anak-anak yang masih lugu, atau daerah-daerah terpencil yang mungkin baru kali itu sang pengiklan datang kesana. Menayangkan paramedis yang sedang menyuntik bayi di pos yandu. Ada juga yang bergandeng tangan dengan para petani dan macam-macam gaya lainnya.

Iklan politik ini terkesan dalam suatu upaya memperjuangkan rakyat, atas nama bangsa, atas nama rakyat miskin, atas nama petani dan sebagainya. Upaya mereka ini terkadang dengan menghabiskan uang jutaan bahkan sampai milyaran untuk membayar iklan-iklan politik ini.

Mereka beranggapan bahwa semakin banyak muncul iklan maka suara yang akan diraupnya pada pemilu 2009 nanti akan lebih signifikan. Apakah mereka telah mengkedepankan program mereka?

Sering kali kita melihat informasi yang mereka berikan berseberangan dengan fakta yang ada, seperti kampanye salah satu partai di Indonesia yang mengatakan bahwa sembako semakin mahal, mari kita berjuang untuk sembako murah. Tetapi lihatlah pada masa partai ini berkuasa dan presidennya berasal juga dari partai ini. Justru pada masa rezim ini berkuasa, merupakan saat dimana terjadi inflasi yang cukup besar yang mengakibatkan sembako semakin mahal. Melakukan privatisasi terhadap aset-aset nasional termasuk sumber gas dan minyak yang dijual murah keluar, tetapi dijual mahal di dalam negeri. Seperi yang terjadi pada proyek Tangguh, dan juga menaikkan harga BBM.

Jelas sekali iklan-iklan politik seperti ini sangat menyesatkan. Jika masyarakat awam yang menonton mungkin tidak akan berpikir secara kritis, tetapi untuk pemirsa yang sudah "melek" pengetahuannya.

Lebih menyedihkan lagi iklan politik dengan cara-cara menyombongkan diri. Bukan menjadi simpati malah menjadi alergi. Kira-kira seperti itulah bagi saya yang merasakan, tetapi pemirsa yang lain juga mungkin akan berfikir yang sama.

Kita berkewajiban membersarkan bangsa ini, hanya anak bangsa yang berkualitaslah yang akan dipilih oleh rakyat banyak. Keterlibatan pada tanggungjawab untuk membesarkan bangsa ini secara otomatis akan memberikan cara-cara berpolitik yang lebih baik, lebih menyadarkan, lebih bermakna, menggugah masyarakat luas untuk ikut bertanggungjawab terhadap rakyat, bangsa dan tanah air ini.

Mari cintailah bangsa dan tanah air ini, maka cinta itu akan menjadi kekuatan untuk menempatkan kita sebagai figur yang lebih dihormati dan terpilih.

Upaya-upaya untuk memaksakan simpati tanpa memberikan sumbangan yang berarti pada bangsa ini, ibarat menginginkan masakanan enak tanpa memberikan bumbu. Aspek lain lain yang perlu dipikirkan oleh para politikus yang akan menayangkan wajahnya di layar kaca agar dikenal publik, bahwa kecerdasan berpolitik masyarakat lambat laun akan meningkat dan suatu saat cara-cara berkampanye yang mengedepankan figur malah akan dilecehkan oleh pemirsa televisi.

Boleh-boleh saja iklan politik muncul dilayar kaca karena memang ini merupakan media informasi yang paling efektif, yang dapat masuk kehampir semua rumah di seluruh nusantara, tetapi mulailah dengan membangun image figur dengan menjual program partai atau program figur tersebut secara sehat. Secara sehat disini dengan berdasarkan fakta nyata dan akal sehat.

Bangunlah demokrasi Indonesia ini dengan membangun karakter demokrasi Indonesia yang santun dan jujur. Hindari kampanye politik yang melakukan kampanye hitam, dengan menghujat dan memprovokasi pemirsa. Berikan ruang cara berfikir sehat pada media beriklan politik kita.

2 komentar:

indiana jones mengatakan...

waduh kayaknya banyak banget tuh iklan politik, saya sendiri sebenarnya jenuh

tapi saya setuju kalau untuk pembelajaran publik.

http://hidup-bijak.blogspot.com/

kiki4hire mengatakan...

Ketenaran yang membawa dukungan dan kemenangan adalah proses.

Sama seperti mengangkat rating satu blog atau website, ada proses yang dibutuhkan.

Apabila iklan yang dimaksud adalah bagian dari proses, masih sah sah saja. Tapi kalau melulu untuk tujuan jangka pendek, ... hmmm ketulusan itu "terlihat".

salam,

kiki4hire

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta