INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 03 November 2008

TV Berita Berbahasa Inggris di Tanah Air Banyak Mencoreng Citra Indonesia di Luar Negeri

Oleh Solihin

Perkembangan pertelevisian di tanah air berkembang sangat cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Bermunculannya berbagai media televisi di nusantara ini memberikan pengaruh baik dan juga buruk. Peran mereka yang memberikan pengaruh positif tentunya harus kita berikan apresiasi positif, tetapi peran mereka yang memberikan efek buruk harus kita hentikan.

Pengaruh buruk yang diberikan oleh pertelevisian di tanah air ini salah satunya adalah penampakan wajah dan citra Indonesia tercinta ini di dunia Internasional yang tidak tepat. Saya mengamati banyak sekali siaran-siaran tv berita kita yang berbahasa Inggris menggambarkan Indonesia secara tidak sesuai dan berimbang. Banyak fakta yang bisa diambil dari pencitraan televisi berita di Indonesia yang menggambarkan demikian "seramnya" Indonesia. Memberikan dampak buruk di bidang pariwisata dan iklim investasi di Indonesia.

Pemberitaan berbahasa Indonesia tidak banyak masalah karena konsumennya sebagain besar adalah bangsa kita sendiri, tetapi tv berita berbahasa Inggris sangat strategis dan lebih efektif sebagai media internasional yang dikonsumsi oleh pemirsa dunia. Mereka ini menilai bagaimana Indonesia dari pemberitaan berbahasa Inggris di Indonesia ini. Apakah Indonesia "seram" atau "tidak" dimata internasional semuanya tergantung oleh pemberitaan media berita seperti ini. Tentunya kita mengharapkan pemberitaan tentang Indonesia harus sesuai, berimbang dan tidak merugikan Indonesia.

Faktanya pemberitaan berbahasa Inggris di tanah air masih banyak yang merugikan pencitraan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sumber berita yang tidak tepat, pembiasan, tidak relevan berdasarkan waktu, dan penggambaran yang berlebih-lebihan. Lebih parah lagi jika sumber-sumber berita mengenai Indonesia justru malah diambil dari sumber-sumber berita asing. Sungguh aneh cerita di Indonesia malah bersumber dari CNN, Reuter umpamanya atau dari VOA. Apa kurangnya dengan Antara? Masih bagus jika berita yang didapat dari sumber asing ini memang berimbang, tetapi berdasarkan pengamatan penulis justru banyak terjadi bias dan deviasi yang terlalu jauh.

Penggambaran Indonesia yang tidak tepat itu dengan mengesankan di tanah air ini. Seakan-akan sistem politik di Indonesia tidak demokratis, seakan Indonesia masih berada pada masa kediktatoran, seakan iklim investasi Indonesia penuh dengan para buruh yang "buas" dan "tukang demo", bangsa Indonesia jadi terkesan kasar dan tidak ramah, seakan terorisme di Indonesia masih merajalela (kurang apa lagi Kepolisian Indonesia?), seakan-akan Pemerintah Indonesia tidak peduli dan sensitif dengan hutan dan perubahan iklim, seakan-akan buruh-buruh Indonesia pemalas, seakan kebijakan dan regulasi di Indonesia merugikan dunia usaha, seakan-akan keamanan di Indonesia masih banyak masalah, seakan-akan dunia internasional akan murka jika kita tidak masuk dalam arus pasar bebas dan sebagainya. Penggambaran tentang Indonesia secara serampangan dan semaunya ini akan anda rasakan jika mengamati terus menerus isi berita berbahasa Inggris di Indonesia.

Masih kurang puas dengan sumber asing, TV berita di Tanah Air juga malah memajang para "angkasawan asing" sebagai ikon keinternasionalan mereka. Televisi berita ini merasa bangga dan menjadi prestisius jika para penyiar ini adalah orang asing. Apa kurangnya putra putri bumi putra kita? Pemerintah sebaiknya membatasi para penyiar asing di Indonesia, selain merugikan kita dengan berkurangnya kesempatan kerja bagi para penyiar bumi putra, juga para "angkasawan asing" ini lebih memiliki kecendrungan untuk memberitakan Indonesia secara negatif. Jika mereka melakukan pencitraan negatif terhadap Indonesia, seharusnya pemerintah jangan ragu-ragu untuk mendeportasi mereka, jangan biarkan "angkasawan asing" ini ada di jantung kita. Informasi merupakan jantung kita.

Lebih berbahaya stasiun televisi yang mempekerjakan angkasawan seperti ini dari pada wartawan peliput berita yang menerima uang. Setidaknya wartawan kita lebih sejahtera, dibandingkan dengan angkasawan asing di Indonesia yang tidak ada untungnya bagi Indonensia sedikit pun.

Saya rasa pemerintah terutama KPI harus bertindak tegas kepada stasiun berita yang memberikan citra buruk dan hanya menjadi corong asing di Indonesia dan jangan sampai tv berita di Indonesia menjadi alat politik dan bagian dari mesin politik. Televisi merupakan domain umum, komoditas publik yang harus kita jaga kenetralannya. Pertelevisian di Indonesia harus ikut bertanggungjawab atas kelangsungan NKRI. Jika mereka tidak setuju ini, mereka ini tidak pantas untuk mendirikan stasiun televisi berita di tanah air. Perjuangan bangsa ini untuk bangkit semakin sulit jika banyak penghianatan di tubuh sendiri.

Para pemirsa televisi sebagai pengawas dan penilai pertelevisian berita Indonesia, jangan sampai mereka ini hanya menjadi corong asing. Pemiras dapat melaporkan ini ke Komisi Penyiaran Indonesia, atau ke situs www.kpi.go.id.

MARI KITA AWASI KUALITAS PENYIARAN PERTELEVISIAN BERITA BERBAHASA INGGRIS DI INDONESIA

1 komentar:

madzz mengatakan...

halooo slam kenal tukeran link yukkk

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta