INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 14 November 2008

Salut Buat BI, Mendepak Keluar Para Spekulan dari Pasar Uang

Oleh Heri Hidayat Makmun

Walaupun sebenarnya agak terlambat tetapi bagaimanapun kita harus menghargai apa yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia. Seperti tulisan saya yang lalu mengenai mafia neoliberalisme, Mafia BEI dan Spekulan Uang yang dimuat di jaringan berita nasionalis IndonesianVoices NetWork, banyak yang memberi komentar dan tanggapan ke email penulis.

Terus terang saya jelaskan kembali bahwa benar pembeli dolar di dalam negeri itu menurut pengamatan saya bukanlah para pebisnis. Mereka para spekulan uang memang bertujuan murni untuk "gain" dari jual beli uang. Berapapun yang diglontorkan BI untuk melakukan intervensi pasar sebenarnya tidak ada gunanya. Dana cadangan kita yang terbatas dan strategis ini justru hanya akan habis sia-sia.

BI harus berani mengambil keputusan. Jangan takut dianggap melanggar prinsif pasar bebas dan liberalisasi perdagangan. Saat ini tidak ada satu negara pun yang benar-benar liberal dalam mengelola pasar. Termasuk Amerika pun. Justru Mentri Keuangan Amerika saat ini banyak datang ke China untuk mulai mempelajari sistem Bank Sentral ala Beijing.

Bahkan saya lebih salut pada BI jika dalam kondisi ketidakpastian ini BI berani mengambil keputusan untuk mengikuti cara Malaysia dengan menggunakan devisa terkendali yang terbukti efektif untuk mengendalikan keluar masuk investor. Malaysia benar-benar memfilter mana spekulan dan mana investor yang akan berinvestasi di Malaysia.

Sistem ini mampu memberikan kenyamanan para investor yang uangnya sudah diinvestasikan dalam bentuk pabrik atau lainya dalam nilai ringgit. Mana ada spekulan yang mau bermain pada sistem seperti Malaysia itu. Hanya pada devisa "terlalu bebas" kitalah spekulan merasa nyaman. Saya katakan devisa "terlalu bebas" karena secara fakta Indonesia merupakan negara satu-satunya saat ini yang benar-benar bebas mempermainkan mata uang.

Musuh rupiah itu ada tiga, ketiga pilar ini secara sendiri-sendiri menghancurkan atau secara sistematis ketiganya secara terpadu menghancurkan rupiah. Musuh-musuh rupiah itu yaitu:
1. Spekulan uang yang melalap devisa kita di pasar uang.
2. Mafia BEI yang merangsang investor "baik" mundur dari bursa dan keluar dengan kembali menukar rupiahnya ke dolar.
3. Poison Statement yang dikeluarkan para pengamat "yang menilai rupiah secara miring" dengan maksud sengaja atau sekedar "naip".

Tapi bagaimanapun apa yang sudah BI lakukan tersebut kita patus berapresiasi. Semoga kebijakan ini akan menggulirkan kembali kebijakan lainnya yang lebih mengamankan rupiah, tetapi tidak dengan cara konvensional (intervensi pasar), tetapi dengan menggunakan sebuah mekanisme yang lebih cerdas. Semoga.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta