INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 27 Oktober 2008

Peran Yahudi Dalam Pembentukan Persepsi Dunia Atas Bangsa Terjajah Palestina

Oleh Rinaldi Rahmadi

Tokoh-tokoh Yahudi juga banyak yang terjun ke dunia media, terutama media cetak dan film. Misalnya, Hollywood didirikan oleh Adolf Zuckjor bersaudara dan Samuel-Goldwyn (MGM). Dengan dominasi yang luar biasa inilah mereka mengubah bangsa Palestina yang sebenarnya sangat terjajah, menderita, korban kaum Zionis dan lantas dijadikan sebagai "penjahat" oleh berbagai berita dan film yang mereka produksi.

Para penguasa kantor-kantor berita Reuter, Assosiated Press, United Press International, surat kabar Times dan jaringan TV dunia serta perusahaan film di Hollywood juga orang-orang Yahudi.

Reuter, Assosiated Press, United Press International, surat kabar Times dan jaringan TV dunia serta perusahaan film di Hollywood juga orang-orang Yahudi. Reuter didirikan oleh Yahudi Jerman bernama Julius Reuter yang bernama asli Beer Josaphat.

Melalui jaringan informasi dan media komunikasi massa inilah mereka menciptakan citra negatif terhadap Islam, seperti "Islam Fundamentalis", "Islam Teroris", dan sebagainya. Propaganda ini sangat gencar sehingga umat Islam sendiri bisa jadi ikut-ikutan terpengaruh menjadi Islam fobia.

Sekitar 25 persen wartawan di Washington dan New York adalah Yahudi, sebaliknya hampir tidak ada koran atau TV terkemuka di AS yang mempunyai wartawan berkebangsaan Arab atau beragama Islam. Kondisi ini berbeda dengan media Eropa yang meskipun dalam jumlah terbatas masih memiliki wartawan Arab atau Muslim.

Edward Said dalam buku Blaming The Victim mengungkapkan tentang cara-cara media massa AS menciptakan gambaran negatif tentang bangsa Palestina. Sementara dalam Orientalism (1978) Said menguraikan apa yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina sebagai praktek orientalis yang sangat nyata.

Bangsa Yahudi juga mencoba menulis ulang sejarah masa lalu dengan menggunakan berbagai jaringan media masa mereka yang menggambarkan bahwa tanah Palestina adalah tanah tanpa bangsa, dan kemudian bangsu Yahudi datang ketanah kosong tersebut untuk mendirikan negara Israel. Sejarah yang dibuat oleh bangsa Yahudi meniadakan eksistensi bangsa Palestina yang lebih dahulu ada.

Padalah sejarah buatan Yahudi tidak berdasarkan kajian sejarah dan hanya klaim dan kebohongan semata. Baik itu kedatangan umat Yahudi pada masa zaman Nabi Musa dari Mesir, maupun pada masa orang-orang Yahudi datang dari berbagai penjuru dunia, baik Eropa, Asia, maupun Amerika untuk melakukan pencaplokan wilayah dari negara Palestina, Libanon dan Syria.

Selain tentang masalah tanah Palestina. Bangsa Yahudi juga menulis ulang sejarah eksistensi mereka dalam sejarah dunia sebagai kaum yang paling terhormat dan paling berperan dalam munculnya peradapan dan teknologi manusia masa lalu, tetapi bukti-bukti sejarah sekali lagi ternyata hanya menggambarkan tentang umat Yahudi yang terusir dari negari kenegeri lain.

Mereka juga tidak ikut mengembangkan peradapan zaman perunggu, tidak pula pula peradapan besi. Justru pada masa 800 tahun pertama pengembaraan mereka hanya, sekedar keluar masuk peradapan bangsa lain sebagai budak. Mereka tidak memiliki bangunan, kota, dan tentara. Kekuatan Yahudi dari masa kemasa adalah ide-ide dan mimpi tentang tanah yang akan menjadikan mereka bangsa yang paling jaya, dan ternyata justru ide dan mimpi mereka itu sangat membahayakan perdamaian dunia.

3 komentar:

zockye mengatakan...

bagus juga postingnya>thanks ya

Rinaldi Rahmadi mengatakan...

Apa yang saya tuliskan hanya menuliskan berbagai rangkuman saja dari tulisannya Edward Said, seorang pengamat dan ahli sejarah Timur tengah, saya sangat meyakini kejujuran dan kapabilitasnya. Terima kasih.

charles mengatakan...

Tulisan yang singkat tapi padat... yah memang begitulah adannya

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta