Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Minggu, 05 Oktober 2008

Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya

Oleh Heri Hidayat Makmun

Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. Faktor moral hazard dan sistem pemberian bonus bagi para CEO bank perkreditan perumahan amat mempengaruhi besarnya nilai investasi pada asset yang sekarang bernilai anjlok tersebut.

Para CEO ingin mendapatkan bonus yang besar sehingga menggolkan hampir semua pengajuan permohonan kredit perumahan tanpa menilai secara baik kelayakan para kreditor.

Sistem ini memberikan bonus besar kepada para CEO yang berhasil menyalurkan kredit perumahan yang dianggap sebagai primadona untuk mendapatkan keuntungan rente perbankan yang sangat menggiurkan.

Inilah awal dari dimulainya suatu rangkaian musibah keuangan yang menimpa negara adidaya tersebut. Dari gagal bayar para kreditur, maka berimbaslah pada kekurangan likuiditas yang terjadi pada institusi perbankan penyalur kredit.

Sialnya ternyata hal ini terjadi secara bersamaan pada banyak bank dan lembaga keuangan besar AS. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), Bear Stearns, Fannie Mae, Freddie Mac dan IndyMac yang membutuhkan dana cepat akhirnya banyak melepas sahamnya dibursa Wall Street secara bersamaan, sehingga anjloknya nilai saham bursa AS tersebut.

Anjloknya nilai saham ini menyebabkan nilai asset berbagai koorporasi keuangan menurun tajam bahkan ada yang minus seperti Lehmen Brother.

Selain bursa, dana likuid juga dicari dengan menerbitkan surat hutang baru kepada sesama perbankan atau lembaga keuangan lain, yang besar bunganya sampai 5,33% untuk pinjaman tiga bulan saja seperti suku bunga Libor (The London interbank offered rate) pada hari Jumat (3/10/2008).

Aset yang seakan banyak dan tersebar dimana-mana ternyata hanyalah aset sampah yang sulit untuk mendapatkan likuiditasnya kembali. Seperti aset-aset perumahan yang sedang dibangun atau terhenti pembangunannya (akibat kesulitan keuangan) dan kreditor yang gagal bayar, akibat kesulitan ekonomi ternyata sangat banyak. Sementara hutang kepada pihak ketiga atau pinjaman antar perbankan berbunga sangat tinggi. Lingkaran setan ini menyebabkan perekonomian AS tidak mudah untuk sehat kembali.

Walaupun Presiden AS George W Bush telah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) penalangan korporasi bangkrut. Demikian juga Senat AS sudah terlebih dahulu menandatangani persetujuan atas RUU itu, yang kemudian menjadi undang-undang. Sebagai jalan Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS siap mengucurkan dana untuk menalangi kerugian berbagai perbankan dan institusi keuangan "rakus" AS, tetapi perekonomian AS bagi banyak pihak belum menjadikan jaminan penyehatan ekonomi AS.

Krisis yang berlanjut menjadi resesi ekonomi ini, menurut investor ternama AS Warren Buffet, dalam wawancara yang dipublikasi majalah terbitan Jerman, Der Spiegel, akan bertahan lama.

Ternyata ketamakan para CEA perkreditan perumahan AS ini sangat mahal bayarannaya, bukan saja sekedar dana talangan yang harus dipikul para pembayar pajak AS sebesar 700 milyar dollar AS saja tetapi juga ancaman resiko kresis ekonomi global.

0 komentar:

Poskan Komentar

Please fill the comments about this post

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers