INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 24 September 2008

Zakat Mal Investatif Dapat Mengurangi Kemiskinan di Indonesia

Oleh Hussien Al Munawar

Bulan Rhomadon merupakan masa-masa umat Muslim di Indonesia membekali diri dengan amal ibadah yang intensif. Selain kewajiban berpuasa juga, diwajibkan untuk membayar zakat. Umat Muslim di Indonesia terbiasa untuk memberikan secara bersamaan kedua zakat tersebut, walaupun sebenarnya zakat mal bisa dibayarkan kapan saja selama satu periode tahun hijriah.

Kejadian kecelakaan saat pembagian zakat yang menewaskan 23 orang kaum dua'pa beberapa hari lalu menjadi pelajaran bagi kita bahwa pembagian zakat perlu mulai dibudayakan penyaluran melalui badan amil zakat.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat jika pengelolaan dilakukan oleh badan amil zakat. Badan amil zakat menyalurkan kepada kaum yang berhak secara produktif. Zakat mal dapat, yaitu:
1. Zakat dapat bernilai investatif, tentunya zakat yang dimasukkan disini adalah zakat mal yang tidak harus dibagikan sebelum sholat idul Fitri. Manfaat yang dirasakan oleh kaum mustahik tidak saja sekedar untuk menghapus haus dan lapar beberapa saja tetapi dapat digunakan untuk memperoleh modal kerja, dan membuka kesempatan lapangan pekerjaan dari investasi zakat yang disalurkan.
2. Distribusi zakat yang lebih adil. Ada kebiasaan untuk memberikan zakat kepada mustahik lebih dekat kepada muzaki, baik karena faktor keluarga, kekerabatan, tetangga. Bisa dibayangkan dengan kaum duapa yang sanak keluarganya jauh, dan jauh dari bertetangga dengan kaum kaya. Mereka ini menjadi jarang untuk mendapatkan zakat. Dengan Amil zakat maka hal ini dapat diatasi sehingga distribusi zakat akan lebih adil dan memberikan kebaikan bagi semua pihak.
3. Menghindari kemungkinan munculnya riya'. Memberikan secara langsung memang memberikan kedekatan secara langsung antara muzaki dan mustahik tetapi hal ini juga sekaligus membentuk suatu perasaan bagi pemberi zakat perasaan telah menolong dan menyombongkan diri (riya') yang menyebabkan hapusnya amal tersebut. Dengan memberikan secara tidak langsung zakat tersebut, maka memungkinan hal ini dapat terhindari.
4. Meningkatkan produktifitas dan efektifitas zakat. Badan amil zakat yang mengumpulkan zakat fitra, zakat mal dan shadakoh dapat membentuk data bantuan modal yang bernilai tinggi bagi kaum duapa yang ingin bangkit dari kemiskinannya. Dari pada memberi umpat akan lebih baik dengan memberi pancing. Kaum mustahik dapat bangkit dari keterpurukannya dari tidak saja sekedar menghapus lapar dan dahaga hanya beberapa hari saja, tetapi dapat membangun kehidupan yang lebih berkualitas. Bahkan seorang mustahik yang berhasil akan bangkit maka akan menjadi muzaki yang dapat membantu orang lainnya. Pengumpulan zakat kepada amil akan lebih terakumulasi dan termanajemen dengan baik sehingga dapat termanfaatkan secara produktif dan efektif.

Tentunya syarat untuk memilih amil zakat harus juga selektif. Badan amil zakat yang terbentuk tentunnya harus yang memiliki tanggungjawab yang baik dengan menjalankan syarat syariah yang tepat, terorganisir dengan profesional, dan memiliki jaringan yang luas.

Ada fenomenda di berbagai daerah dan dilakukan oleh pemerintah daerah yang menjadi amil zakat dari para PNS. Akan lebih baik jika organisasi yang melakukan pengumpulan zakat dan berfungsi sebagai amil zakat ini terbebas dari praktek-praktek KKN. Jangan menjadikan zakat sebagai sumber baru korupsi.

Kita tahu pengelolaan haji oleh pemerintah saja sudah penuh dengan praktek KKN sehingga biaya haji di Indonesia menjadi sangat mahal jika kita bandingkan dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura atau Brunai. Tidak perlu membuka peluang baru KKN bagi birokrasi untuk menjadikan zakat sebagai "objekan baru". Wallahualam bisawab.

2 komentar:

agus mengatakan...

Saya sependapat. Meskipun Zakat adalah ritual keagamaan, pengelolaannya harus mengkuti kaidah bisnis profesional. Saya kira ukuran keberhasilan amil zakat adalah keberhasilan mengubah mustahiq menjadi muzakki

adli mengatakan...

Saya yakin tidak ada lagi orang fakir dan miskin, apabila zakat mal dijalankan secara profesional

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta