INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 03 September 2008

Menlu Hasan Wirajuda : China - ASEAN Perlu Kerjasama

"China bagi negara-negara ASEAN bukan lagi sebagai ancaman. China dengan keberadaannya saat ini justru perlu diajak kerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan regional yang ada"
Menlu Hassan Wirajuda pada The Japan Institute of International Affairs (JIIA) di Tokyo.


Perkembangan ekonomi, sosial dan militer China sangat luar biasa. Terutama dalam pertumbuhan ekonomi yang dalam satu dekade bisa mendekati 2 digit 9% bahkan sampai 10%. Untuk dekade terakhir ini rata-rata lebih dari 10% per tahun secara konsisten dan masih akan tetap kuat pada paruh pertama 2008.

Diperkirakan banyak pengamat China akan melaju melampai AS pada tahun 2035. Prediksi ini menurut ahli-ahli ekonomi AS salah satunya prediksi ekonom AS Albert Keidel dari the Carnegie Endowment for International Peace, tetapi menurut Keidel juga jika penghitungan dengan menggunakan metode PPP, China akan menyamai AS sebagai kekuatan ekonomi pada 2020 dengan PDB sekitar U$18 triliun.

Ada juga yang mengatakan angka tahun itu terlalu memberi nilai under estimate terhadap China, karena pada tahun ini pun kondisi China tidak berbeda jauh dengan ekonomi AS. Apalagi kondisi ekonomi AS yang sekarang mengalami resesi yang masih melilit.

Produk domestik bruto (PDB) China sekitar US$3 triliun, sedangkan AS US$14 triliun. Berdasarkan ukuran paritas daya pembelian (PPP) yang lebih kontroversial yang digunakan Bank Dunia untuk memperbaiki distorsi biaya buruh rendah, ia mengatakan PDB China sekitar separuh GDP AS.

Hal tersebut secara politis merubah posisi China semakin penting, baik di tingkat regional maupun internasional. ASEAN seperti yang diungkapkan oleh Menlu Hasan Wirajuda perlu melakukan kerjasama untuk dapat meningkatkan peran keduabelah pihak, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di dunia akhir-akhir ini.

"Peran ASEAN dengan menciptakan `ASEAN plus three`, ASEAN Regional Forum, dan berbagai bentuk forum lainnya yang melibatkan negara-negara tetangganya baik di Asia Timur dan Pasifik, dapat menjadi jembatan bagi penciptaan proses perdamaian yang nyata," katanya. "Dengan melibatkan China dan berbagai dialog politik, maka bisa meminimalisir potensi konflik yang ada," Tambahnya lagi.

Berkaitan dengan isu pertumbuhan China yang cepat Wirajuda berpendapat : "Itu sebabnya pentingnya melibatkan China dalam forum-forum yang ada, termasuk East Asian Summit, ARF, dan Asean plus Three, sehingga tercipta orientasi yang lebih konstruktif bagi pembangunan kawasan, Pada akhirnya akan menciptakan stabilitas dan kemakmuran di kawasan, khususnya Asia Timur" katanya.

Searah dengan Wirajuda, profesor Singapura yang bertugas di Universitas Teknologi Nanyang, China, Bernard Loo, mengatakan: "Munculnya kekhawatiran dan ketakutan sebagian pihak terhadap apa yang dinamakan China akan melakukan ekspansi militer ke negara ASEAN hendaknya tidak perlu terjadi, karena tujuan modernisasi bukan untuk itu, Jadi dengan alasan seperti itu, saya tidak mempunyai pikiran bahwa China merupakan suatu ancaman bagi ASEAN."

Profesor Bernad Loo menjadi pembicara dalam suatu pertemuan dalam rangka dialog : "Membangun Kepercayaan Regional dan Militer China-ASEAN" di Beijing. Negara-negara anggota ASEAN yang hadir puluhan perwira tinggi militer yang berasal dari negara anggota ASEAN.(IV)

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta