Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Jumat, 19 September 2008

The End of Capitalism

Oleh Sri Megawati

Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), Bear Stearns, Fannie Mae, Freddie Mac, IndyMac sudah dicarikan liang lahatnya. Pertolongan Bank Sentral terhadap AIG pun tak memberi arti. Krisis ini akan mencari lagi pada para korban yang sekarat seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

Tampaknya efek domino akan terus berlanjut, seperti halnya sebuah tsunami. Tidak hanya di AS tetapi menggelobal pada hampir seluruh perusahaan dan lembaga keuangan di dunia. Contohnya di Inggris sudah ada dua korban yaitu HBOS dan Halifax

Di Asia bursa Hongkong anjlok 7,4 persen, bursa Tokyo turun 2,2 persen, Sydney melemah 2,4 persen, Taiwan 2,7 juga melemah persen. Pengaruh domino dari apa yang terjadi di Wall Street.

Disaat pasar keuangan AS jatuh tersungkur, Lembaga keuangan didunia lain menjadi alternatif sebagai sumber likuiditas seperti sekuritas China CITIC. Salah satunya CEO Morgan John Mack, Morgan Stanley dan Wachovia yang berusaha melobi pejabat keuangan China. Sebelum bangkrutpun Lehmen Brother pernah mencoba bernegosiasi dengan pejabat CITIC Securities yang ternyata berakhir nihil.

Keruntuhan berbagai lembaga keuangan tersebut bisa menjadi pemicu bagi keruntuhan instrumen kapitalisme lain. Seperti berbagai securitas dipenjuru dunia yang juga ikut anjlok. Ada kemungkinan juga resesi AS ini akan menjadi awal dari resisi global seperti yang terjadi pada tahun 1997.

Sementara negara berkembang yang juga ikut masuk dalam arus kapitalisasi sebagai konsekuensi desakan global sudah lebih dahulu kolaps, yang berakibat kemiskinan permanen yang sulit untuk bangkit. Mereka ini hanya menjadi korban atas tekanan lembaga keuangan internasional yang menjadi agen dari konglomerasi global untuk menghisap kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh negara-negara berkembang.

Jika negara-negara maju juga ikut kolap, maka itu adalah batas dan sekaligus sinyal, bahwa sudah sampainya ekploitasi manusia pada ambang batas maksimal kemampuan sumber ekonomis bumi yang terbatas untuk menampung keinginan kapitalisasi yang tak terbatas. Suatu titik saat menjadi bumerang bagi pengikut kapitalisme itu sendiri.

Saat dimana sebuah kematian pada suatu isme praktek ekonomi yang selama ini diagung-agungkan oleh para ekonom Harvard dan para pengikutnya diseluruh dunia termasuk para ekonom di Indonesia. Ini bukti bahwa kapitalisme bukan sebuah akhir dari ide ideologi ekonomi yang mungkin ada di dunia.

Marx seorang yang pertama sekali memperkenalkan tentang kapitalisme dan menyusun sebuah buku yang cukup mendalam berjudul "The Capital", sekaligus juga orang yang meramalkan kematian isme in dengan mengatakan bawah "Kapitalisme akan runtuh". Satu paket kelahiran dan kematian suatu isme yang dibawa Marx ini sudah mulai menunjukkan kebenarannya.

Pakta dan data yang penulis sampaikan diawal mengenai kehancuran berbagai perusahaan keuangan di AS dan Inggris sebagai wakil dari pengikut kapitalis murni di sandingkan dengan fenomena kebangkitan ekonomi China pada beberapa dekade akhir ini yang mewakili dari simbul sosialisme. Ini hanya sekedar sinyal sebuat dikotomi yang sangat terang benderang dari dua isme praktek ekonomi yang ada dalam diskursus ini.

Ada pihak yang menyatakan bahwa China juga adalah negara kapitalisme dan sudah keluar dari sosialismenya sendiri, tapi mari kita analisa secara seksama. Mana mungkin sebuah pemerintahan China yang sekarang ini sangat dominan mengatur segala hal mengenai tata niaga perdagangan secara penuh, subsidi penuh, politik damping, dan kebijakan ketat atas kepemilikan tanah dapat dikatakan sebagai kapitalis. Mungkin ini hanya sebagai usaha pembenaran bahwa kapitalisme secara praktek masih berjaya dan tetap diakui sebagai isme yang tangguh atau juga sebagai usaha dari para intelektual yang mem-backup institusi kapitalis seperti Bank Dunia dan IMF tetap berfungsi.

Praktek kapitalisme yang memperkaya satu dua orang dalam sebuah komunitas yang banyak pihak justru membunuh dirinya sendiri pada masa yang akan datang. Kapitalisme tidak sustainnable.

Kapitalisme mungkin bisa bertahan jika pemegang kekuasaan ekonomi memiliki rasa sosialisme yang memberikan hak dasar pada pihak lain untuk tetap berkembang. Inilah yang bisa memicu munculnya ide baru yang membentuk suatu keseimbangan antara kapitalisme dan sosialisme, atau perlu adanya kebijakan dari suatu birokrasi untuk menekan kapitalis agar tidak "menggila" dan memberikan ruang gerak kepada pihak lain untuk berdaya.

Dengan kata lain fungsi dan perang pemerintah tetap sangat menentukan bagi keberlangsungan suatu praktek ekonomi yang lebih seimbang. Pemerintah tetap harus melindungan usahawan kecil dan para petani yang justru produksinya sangat dibutuhkan oleh manusia untuk tetap eksis. Peran subsidi masih efektif sebagai instrumen yang memberikan keseimbangan itu.

1 komentar:

PriYa's mengatakan...

Yea..!! dunia terus berputar. Berakhirnya dominansi Kapitalisme Dunia akan memunculkan sistem perekonimian baru.

Perekonimian Syariah,merupakan prediksi yg terkuat dan akan membawa pada kesejahteraan manusia dari berbagai lapisan melebihi dari sistem sosialisme.

Poskan Komentar

Please fill the comments about this post

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers