INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 05 September 2008

63 Tahun Membangun Tapi Kita Masih Miskin

Oleh : Septa Muktamar

Setelah lebih dari satu dasawarsa Indonesia mengalami krisis ekonomi dan sosial yang diikuti perubahan sistem politik dan pemerintahan, tampaknya faktor kesejahteraan rakyat masih menjadi persoalan mendasar yang harus dipenuhi.

Berbicara tentang kesejahteraan rakyat maka kita dihadapkan pada persoalan pemenuhan kewajiban mendasar (primer) rakyat, yaitu pangan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal.

Realitas menunjukkan rakyat semakin terbebani atas kebutuhan hidup, harga-harga kebutuhan pokok makin melambung tinggi, kesehatan dan pendidikan yang semakin sulit terjangkau menyebabkan kualitas penduduk Indonesia berada digaris kemiskinan.

Data BPS menyebutkan selama semester kedua tahun 2008 menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia saat ini adalah 34,96 juta jiwa atau 15,42% dari jumlah penduduk Indonesia. Kemiskinan ini menyebabkan tujuan utama mensejahterakan rakyat melalui pemenuhan kebutuhan dasar adalah hal pokok selain melaksanakan pembangunan.

Jujur harus diakui negara kita saat ini jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, atau Brunei Darussalam, ketiga negara tersebut merupakan negara-negara yang tergolong kuat fundamental ekonominya, di Asia tentunya Jepang, Korsel dan China merupakan raksasa ekonomi lainnya.

Setelah 63 tahun persoalan bangsa kita hanya berkutat pada perut, kita masih lapar, kita masih sakit dan kita masih bodoh, dus sebenarnya kita miskin.

Anehnya lagi kita tidak pernah mengakuinya, sedari kecil kita selalu dibuai dengan pernyataan bahwa kita kaya, sumber daya alam melimpah ruah, kita dikenal juga karena memiliki hasil pertanian yang melimpah, tapi pada kenyataannya kita tidak mampu memanfaatkannya. Hali tersebut malah membuat kita terbuai dan terlena, akhirnya kita benar-benar menjadi miskin.

Kenyataan ini jauh berbeda dengan negara-negara tetangga, ambillah contoh Singapura dan Jepang. Singapura dengan wilayah dan sumberdaya terbatas, merupakan negara yang miskin dalam arti sebenarnya, dengan segala keterbatasan tersebut mereka merancang ekonominya dengan kekuatan perdagangan internasional, satu-satunya kekuatan mereka saat itu adalah memanfaatkan jalur strategis perdagangan lautnya melalui berbagai pelabuhan yang mereka miliki. Bandingkan dengan Indonesia, sebagai sebuah negara yang berada pada posisi diantara dua benua dan dua lautan mestinya Indonesialah yang bisa mengambil peran tersebut.

Lain lagi dengan Jepang, mereka sadar pasca perang dunia II Jepang adalah negara miskin yang kalah perang, mereka menghadapi persoalan tinggginya pengangguran, tingginya angka inflasi dan kehancuran fundamental ekonomi, belum lagi secara geografis Jepang tidak diuntungkan karena sebagian wilayahnya berada dalam spektrum patahan pasifik sehingga bencana gempa bumi selalu menjadi ancaman.

Saya membayangkan bahwa Indonesia seperti seorang juragan kaya yang selalu menyatakan diri kepada anak-anaknya bahwa mereka kaya, uang dan harta benda mereka melimpah, sang juragan selalu memenuhi kebutuhan anak-anaknya, tetapi dalam hal pendidikan sang juragan gagal, karena dua puluh tahun kemudian semua anak-anaknya tidak berhasil dalam hidupnya.

Saya juga membayangkan bahwa Jepang dan Singapura seperti adalah anak seorang keluarga yang pas-pasan, tetapi dengan tekad yang tinggi sang ayah mampu mengarahkan anak-anaknya untuk mencapai cita-citanya dengan pendidikan yang tinggi, sang ayah sampai tidak memiliki harta yang berharga karena dihabiskan untuk menyekolahkan putra-putrinya. Tetapi dua puluh tahun kemudian anak-anaknya berhasil dalam berbagai bidang yang mereka jalankan.

Nah apa yang menjadikan mereka maju saat ini, tidak lebih karena persoalan mental, karena sadar miskin mereka berupaya bangkit, Jepang dan Singapura merancang dalam waktu tertentu mereka harus mampu keluar dari keterpurukan, mereka memprioritaskan dahulu kebutuhan pangan, kesehatan dan pendidikan untuk rakyatnya sehingga kurang dari empat dasawarsa mereka mampu sejajar dengan negara-negara maju lainya.

1 komentar:

ipanks mengatakan...

tenang aja om.akan tiba waktunya indonesia akan semakin maju dari yang sekarang

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta