INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 30 Agustus 2008

Tranparansi Para Operator Tambang Asing di Indonesia Diragukan.

Oleh Ahya Sukria

Ada indikasi mereka para operator menggunakan doble report atas proses penyusunan biaya operasi tetap dan biaya variabel. Salah satu penggelembungan biaya yang tercatat adalah dengan membesarkan gaji para jajaran direksi dan manajemen operator.

Dalam negosiasi seakan-akan operator memperoleh bagian yang sedikit, kenyataannya jika dihitung secara riil mereka bisa sampai 50%. Apalagi dalam proses penyetoran hasil ke negara banyak juga disinyalir terjadinya praktek KKN sehingga, harus terpotong lagi untuk para tikus.

Perubahan harga atas berbagai bahan tambang di Indonesia tidak mempengaruhi peningkatan pendapatan negara atas tambang tersebut. Seperti kenaikan harga emas dunia dan tembaga dunia, tetapi apakah ini akan meningkatkan pendapatan negara melalui Freeport atau Newmount?

Salah satu lagi mengenai kontrak pipa gas ke China atau ke Singapura. Peningkatan harga gas dunia ternyata tidak merubah pendapatan gas kita atas pipa gas ke Singapura dan Provinsi Fujian di China, karena harga kontrak kita masih dengan harga beberapa tahun yang lalu.

Ini pengalaman bagi kita bahwa lamanya kontrak pipa gas jangan terlalu lama. Apalagi sampai 20 tahun seperti dengan China tersebut.

Untuk menyesuaikan pendapatan negara, pemerintah harus melakukan renegosiasi atas aset-aset negara yang sekarang dikuasai asing.

Perundangan kita harus mendukung kepentingan rakyat dan mengedepankan konstisusi kita Pasal 33 UUD 1945 ( Ingat ini tidak bisa ditawar ). Pendiri Negara kita telah berpikir yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

Penyusunan UU dan regulasi Migas harus diawasi secara ketat. KPK dan LSM nasionalis harus ikut nongkong disana. Biar USAID atau IMF tidak bisa masuk.

KPK harus masuk dan memanggil para konseptor RUU Migas No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. Disinyalir ada banyak dana gelap dalam proses penyusunan yang digelontorkan oleh USAID.

Walaupun UU Migas No. 22 Tahun 2001 telah dibatalkan oleh MK tetapi Exxon sempat masuk akibat UU tersebut. Mereka tidak peduli (asing), karena misi mereka telah sukses.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta