INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 31 Agustus 2008

Rusia Mengakui Kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia


Wajar jika bekas sesama pecahan Uni Soviet kemudian saling mengakui kemerdekaan, seperti yang dilakukan oleh Rusia kepada Ossetia Selatan dan Abkhazia. Dua negara yang sebenarnya sudah merdeka sejak Uni Soviet rubuh ini pada awalnya di klaim sebagai bagian dari Georgia.

Usaha Georgia mendapat dukungan dari negara-negara Uni Eropa. Ini yang menyebabkan kemerdekaan kedua negara kaukasus tersebut tenggelam. Setelah penyerangan Georgia ke Ossetia Selatan dan Obkhazia yang gagal, kerena campur tangan Rusia untuk melindungai kedua negara tersebut. Georgia akhirnya mundur.

Paska kevakuman kedua negara Kaukasus tersebut Rusia cepat memberikan pernyataan pengakuan kemerdekaan. Dua badan parlemen Rusia, Majelis Rendah Duma dan Majelis Tinggi Dewan Federal Rusia secara bulat mendukung kemerdekaan dua wilayah kaukasus tersebut. Pemungutan suara di Majelis Rendah Duma menghasilkan suara 447-0, sementara Majelis Tinggi Dewan Federal Rusia menghasilkan 130-0 bagi pengakuan kemerdekaan atas Ossetia Selatan dan Abkhazia.

Kedua lembaga legislatif Rusia tersebut mendesak presiden Rusia Dmitry Medvedev melakukan tindakan nyata untuk mendukung kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia.
Abkhazia dan Ossetia Selatan memberontak terhadap Georgia sejak tahun 1990 sejak bubarnya Uni Sovyet. Rusia segera harus berbuat lebih cepat sebelum Georgia masuk menjadi bagian dari anggota NATO.

Dua lembaga tersebut juga memberikan resolusi kepada Presiden Rusia agar melakukan tindakan apabila Georgia melakukan serangan secara fisik kepada Ossetia Selatan dan Akhazia. Perangkap yang dipasang Rusai ternyata bermanfaat. Ternyata apa yang ditunggu ini menjadi kenyataan yang akhirnya kebodohan Sakashvili ini dimanfaatkan secepatnya oleh Rusia.

Awal bulan Agustus ini Georgia mengerahkan tentara ke Ossetia Selatan. Persis seperti yang dinanti Rusia. Negeri beruang merah itupun mendapat alasan untuk menyerbu, bukan cuma ke Ossetia Selatan, tapi juga ke Abkhazia, yang menewaskan kurang lebih 2000 orang.

Kemenangan Rusia ini memperluas pengaruh Rusia di wilayah Kaukasus. Perang dingin Rusia dengan AS juga sebenarnya memberikan motivasi untuk terjadinya hal ini.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta