INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 26 Agustus 2008

New Cold War Begining Again, Indonesia Harus Sesegera Mungkin Menghidupkan Gerakan Non Blok

Oleh Heri Hidayat Makmun

Perang dingin Timur VS Barat pernah tenang paska robohnya tembok berlin melalui revolusi damai tahun 1989.

Perang dingin saat ini mulai membenih lagi. Indikasi tersebut bisa dilihat dari beberapa fakta berikut ini, yaitu:

- kerjasama militer Rusia - China dari mulai latihan militer bersama, kemungkinan penggunaan teknologi Rusia oleh China, pendanaan pengembangan teknologi militer Rusia dengan dana anggaran China, pengembangan teknologi antariksa China dengan bantuan ahli Rusia;

- Pertempuran Rusia - Georgia di Kaukasus yang disebabkan oleh penyerangan Georgia terhadap Ossetia Selatan yang dibalas oleh Rusia dengan menyerang balik Georgia.

- Perseteruan Inggris VS Rusia yang ditandai dengan terbunuhnya mata-mata Rusia di Inggris yang berbuntut pada saling mengusir diplomat;

- Kemerdekaan Kosovo yang didukung AS dan Uni Eropa dan ditentang Rusia dan China;

- Perjuangan Ossetia Selatan dan Abhkhazia untuk merdeka dari Georgia. Para pejuang Ossetia Selatan dan Abkhazia mendapat dukungan Rusia, dan untuk hal ini dilakukan counter oleh agen CIA Amerika Serikat di Georgia.

- Konflik Taiwan dengan China. Pelepasan Taiwan dari China mendapat dukungan Amerika Serikat dan Jepang;

- Masalah nuklir Korea Utara yang menjadi sorotan tajam Amerika Serikat, tetapi diam-diam mendapat dukungan dari China dan Rusia.

- Pangkalan nuklir AS di Yokosuka yang mengancam China dan Korea Utara. Di pangkalan in berlabuh secara tetap kapal induk USS George Washington yang berkekuatan nuklir. Pangkalan Yokosuka dijadikan para aktivis anti perang sebagai pusat gerakan anti perang karena Jepang memiliki sejarah sebagai korban Bom Atom yang dilepaskan pihak sekutu para perang dunia II. Gerakan ini menentang masih eksisnya pangkalan marinir AS di Jepang.

- Rudal Patriot Amerika Serikat yang dipasang di Polandia yang mengancam jantung Rusia. Rudal ini pada awalnya untuk mengancam Iran, tetapi kenyataannya diarahkan ke Rusia. Polandia merupakan bekas pecahan Uni Soviet yang menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan interseptor rudal AS di Eropa Timur, selain Ukraina dan Republik Ceko. Rusia mengancam Polandia bahwa negara itu rawan terserang nuklir Rusia seperti yang dikemukan jendral terkemuka Rusia Anatoly Nogovitsyn, Kepala Staf Militer Rusia. Sedangkan di Ukraina banyak fasilitas nuklir Ex Uni Soviet yang sekarang lepas pengelolaannya dari tangan Rusia. Selain itu Republik Ceko juga akan menyediakan wilayahnya seperti Polandia menjadi interseptor Rudal AS.

- Konflik dagang AS VS China. Serbuan barang dangan China keseluruh dunia termasuk ke Amerika Serikat membuat defisit neraca perdagangan AS sangat tinggi. Hal ini yang menyebabkan AS melakukan berbagai penolakan barang dagangan China dengan berbagai isu. Dari isu produk mainan anak-anak dari China yang mengandung timbal sampai pada produk komputer China yang mengandung hak cipta ilegal. Demikian juga dengan produk AS yang masuk ke China. Contoh daging sapi AS yang ditolak China dengan alasan mengandung penyakit.

- Konflik dagang Uni Eropah VS China.

- Pengaruh Rusia di Iran yang semakin menguat. Iran melakukan pengayaan uranium dengan bantuan teknologi dan ahli dari Rusia, walaupun Iran hanya menggunakan nuklir untuk tujuan membangun instalasi energi tetapi Amerika Serikat sangat curiga dengan aktifitas nuklir Iran tersebut.

- Terbongkarnya LSM AS dan Prancis atas peran dalam demontrasi kemerdekaan Tibet; Pusat gerakan anti China ini dilakukan di kota Paris Prancis. Gerakan ini menyebabkan reaksi keras dari Pemerintah China.

- Ada rencana AS mendirikan pangkalan militer di ruang angkasa yang membuat Rusia dan China gusar.

Fakta-fakta konflik di atas memiliki potensi berkembang seiring dengan semakin berkembangnya pengaruh Blok Timur maupun pengaruh Blok Barat, karena kedua blok ini membangun pengaruh untuk mendapatkan dukungan.

Semasa perang dingin yang lalu peran Gerakan Non Blok sebagai kumpulan negara-negara yang tidak berpihak terbukti sangat berhasil mereduksi konflik dan menekan perluasan pengaruh perang dingin tersebut.

Beruntung Uni Soviet dapat bubar sebelum parang yang sesungguhnya terjadi. Uni Soviet yang dipimpin oleh Mikhail Gorbachev memberikan perubahan yang sangat drastis pada Eropa Timur, yang lebih dikenal dengan istilah wind of the change.

Pembubaran Uni Soviet merevolusi wajah Eropah Timur. Sekaligus juga menghentikan perang dingin tersebut.

Sekarang setelah Rusia bangkit dan China juga telah bangun dari tidur panjang, maka semuanya kemungkinan terbuka kembali, termasuk semakin luasnya konflik yang didasari oleh perbedaan ideologi ini.

Inilah saat bagi Indonesia untuk kembali memegang inisiatif, untuk mulai menghidupkan kembali gerakan Non Blok yang juga sempat mati suri.

Sejak berhentinya perang dingin tersebut Gerakan Non Blok menjadi kehilangan arah, tetapi sekarang ini perkembangan perang dingin ini harus mulai diantisipasi kembali oleh semua anggota non blok.

Jika pengaruh dari kedua pihak semakin besar maka lambat laun peran Gerakan Non Blok menjadi kehilangan lahan, maka tidak ada waktu untuk menunggu perkembangan selanjutnya karena Gerakan Non Blok dapat efektif sebagai garda anti perang sebelum pengaruh konflik-konflik di atas membesar.

Apalagi kesadaran warga dunia untuk meningkatkan kesaling pengertian dan perdamaian semakin meningkat, termasuk juga sebagian besar warga negara Amerika Serikat, walaupun pemerintahannya dipimpin oleh rejim Bush yang dicap sebagai "gila perang".

China yang sebenarnya juga masuk sebagai bagian dari anggota non blok tetapi sebenarnya lebih terikat pada idiologinya. Sulit untuk menghadapkan China menjadi bagian dari non blok yang efektif.

India yang pada masa berdirinya gerakan non blok juga menjadi pelopor bersama Indonesia, saat ini juga memiliki masalah dengan konfliknya dengan Pakistan.

Perlombaan pengembangan senjata nuklir India vs Pakistan membuat India dipaksa untuk masuk menjadi bagian dari timur bersama Rusia dan China.

Terlebih lagi Pakistan merupakan sekutu utamanya di Timur Tengah. Pakistan menjadi ujung tombak perang melawan teroris yang disponsori oleh Amerika di Timur Tengah. Walaupun sepeninggalan Musharaf, teka-teki politik menjadi lebih sulit.

Singapura, Thailand, Malaysia dan Fhilipina yang merupakan anggota ASEAN dan negara tetangga kita, lebih condong untuk lebih dekat ke barat.

Seperti Singapura dan Filipina secara historis adalah bagian dari sekutu dari sejak perang dunia II.

Malaysia secara historis juga memiliki ikatan yang kuat dengan Inggris. Thailand menunjukkan sikap ke arah barat secara jelas.

Inilah yang menunjukkan tanda-tanda bahwa gerakan non blok yang akan dihidupkan kembali ini jauh lebih berat tantangannya dibandingkan dengan ketika perang dingin Amerika Serikat vs Uni Soviet dulu.

Tantangan sekarang tidak saja pada keterkaitan anggota non blok pada salah satu blog adi daya, tetapi juga pada umumnya anggota non blok sekarang ini secara ekonomi masih relatif lemah. Sebagai contohnya Indonesia dan Mesir. Dua negara yang benar-benar bebas dari perikatan blok.

Secara konstitusi Indonesian telah memilih untuk menjalankan politik luar negari bebas aktif, dan ini akan lebih mudah dijalankan dengan adanya forum internasional yang melibatkan negara lain secara luas.

Tanpa adanya suatu gerakan non blok yang aktif dalam kancah politik dunia maka tidak akan ada politik luar negari bebas aktif yang efektif.

Pertanyaan tentang relevansi Gerakan Nonblok pada saat ini terjawab. Pertanyaan yang muncul pada pertemuan puncak ke-14 KTT Non Blok di Havana Kuba, pada September tahun 2006 lalu. Tidak alasan bagi anggota Non Blok menghentikan gerakan ini.

Selain itu dengan adanya gerakan non blok ini Indonesia lebih bisa berperan dalam perdamaian dan stabilitas keamanan dunia. Hal ini membentuk citra Indonesia yang lebih baik dan lebih memiliki kekuatan diplomasi yang lebih riil.

Keinginan SBY seperti yang di ungkapkannya, "Saya rasa sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia sudah layak menjadi anggota tetap DK PBB," Dalam konferensi pers bersama Presiden Brazil Lula Da Silva di Istana Merdeka pada Juli 2008 lalu bisa lebih memiliki nilai yang tinggi jika kartu trup non blok diangkat ke permukaan terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta