Indonesian People's Voices. Have contens about article, opinion and information how Indonesian to wakeup! What are Indonesia and other country connection? History of The Freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti Imperialism. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing..

Kamis, 2008 Agustus 14

(Lagi) Intervensi Amerika

Oleh : Septa Muktamar

Sepekan ini publik Indonesia kembali dikejutkan atas sikap 40 anggota Kongres Amerika Serikat yang mengirimkan surat kepada Presiden SBY berkaitan dengan tuntutan pembebasan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ditengarai sikap ke empat puluh anggota Kongres Amerika Serikat (AS) mengirimkan surat kepada SBY tersebut karena keberhasilan lobi-lobi politik tokoh-tokoh kemerdekaan Papua di luar negeri sehingga berhasil meyakinkan mereka bahwa pembebasan anggota OPM adalah bagian dari dukungan terhadap kemerdekaan Papua.
Walaupun pemerintah AS menyatakan bahwa surat yang mewakilli suara puluhan congressman tersebut bukan sikap resmi AS tetapi sikap tersebut lebih tampak sebagai intervensi kepada urusan dalam negeri RI.

Pemerintah RI bersikap dingin mensikapi surat itu karena isu Papua merupakan urusan dalam negeri dan bisa sangat sensitif untuk konsumsi politik luar negeri.
Intervensi AS atas urusan dalam negeri Indonesia ini tampaknya terus terjadi sepanjang sejarah negara ini.

Kita kembali teringat bagaimana pemerintahan di masa Soekarno berhasil
menangkap basah penyusupan CIA di Maluku pada tahun 1958, yang menyamar sebagai pilot, dan kemudian diadili secara tertutup. Sebagian sejarawan menduga Amerika saat itu mendanai pemberontakan pemerintahan revolusioner republik Indonesia dan perjuangan Semesta di Maluku.

Kemudian saat terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 sebagian ahli juga menduga Amerika melalui CIA juga terlibat dalam peristiwa itu.

Banyak yang menduga Amerika berkepentingan terhadap sikap politik luar negeri Indonesia di bawah Soekarno yang potensial menjadi ancaman mereka sehingga Soekarno harus diturunkan.

Berubahnya haluan politik di bawah pemerintahan Soeharto menyebabkan AS juga banyak mencampuri persoalan ekonomi maupun politik dalam negeri Indonesia.

Soeharto dengan tim ahli ekonominya megundang kehadiran lembaga donor internasional seperti IMF dan Bank Dunia untuk menolong perekonomian Indonesia yang hampir bangkrut, AS yang memiliki saham terbesar sejak tahun 1970-an diyakini benyak mempengaruhi kebijakan ekonomi Pemerintah.

Karena kredit yang diberikan oleh lembaga-lembaga donor tersebut meyebabkan Indonesia justru amat bergantung pada hutang luar negeri, kebijakan ini yang kemudian melahirkan krisis ekonomi.

Krisis terjadi akibat besarnya beban hutang yang ditanggung pemerintah. Setelah krisis ekonomi terjadi IMF malah menekan pemerintah melakukan privatisasi aset-aset negara sebagai konsekuensi pemberian hutang mereka yang terbukti semakin membangkrutkan perekonomian Indonesia.

Contoh lainnya adalah kasus Timor Timur selain mendukung pelaksanaan referendum tahun 1999, AS melalui berbagai LSM-nya juga mendesak pemerintah agar segera menindak tokoh-tokoh sipil dan militer Indonesia untuk di bawa ke pengadilan kejahatan perang guna mempertanggungjawabkan kerusuhan pasca referendum yang dimenangi kelompok pro kemerdekaan sehingga Timor Timur lepas dari RI.

Menurut Asep Firman (2005) Intervensi AS terhadap Indonesia terjadi setidaknya didasari oleh alasan-alasan:

Pertama, secara geopolitik, posisi Indonesia sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Selat Malaka.

Kedua, secara ekonomi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumberdaya alam dan mineral, baik di darat maupun di laut. Kekayaan alam Indonesia yang sangat luar biasa ini jelas sangat menggoda negara-negara imperialis seperti AS untuk menguasainya, langsung ataupun tidak langsung (melalui sejumlah perusahaan multinasional AS yang tersebar di seluruh Indonesia).

Di samping itu, dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia adalah pasar potensial bagi produk-produk negara-negara industri seperti AS.

Ketiga, secara ideologi-politik, mayoritas penduduk Indonesia (sekitar 87,07%) adalah Muslim. Sebagaimana dipahami, ideologi Islam sudah lama dipandang sebagai ancaman paling potensial oleh Barat (baca: AS) setelah runtuhnya ideologi komunis. Karena itu, Barat dan AS sangat tidak menginginkan jika ideologi Islam bangkit di Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim, sebagaimana hal itu juga tidak dikehendaki oleh AS terjadi di belahan Dunia Islam yang lain. Oleh karenanya sangat wajar kiranya berdasarkan peta strategis Indonesia tersebut maka Amerika sangat berkepentingan untuk terus menanamkan pengaruh dan penguasaannya di Indonesia.

0 komentar:

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):