Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Selasa, 05 Agustus 2008

Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban Samual P. Huntington

Oleh
Sumantiri B. Sugeo

Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara Islam akibat dari adanya penjajahan dan penindasan.

Konflik yang terjadi pada abad ini sama dengan masa pertengahan sampai dengan abad 20 lalu, bahwa konflik diakibatkan oleh adanya suatu penindasan kepadaa suatu bangsa yang lemah oleh bangsa yang lebih kuat. Penjajahan tersebutlah yang pada akhirnya memicu berbagai konflik lain yang berkelanjutan.

Sejak runtuhnya Uni Soviet dan selesainya perang dingin antara blok barat dengan blok timur terjadi "vakum war". Suatu istilah bagi kaum idiologi perang. Kaum ini mulai dari para pedagang persenjataan gelap, pabrikan senjata, periset persenjataan, sampai para jendral yang akan selalu merindukan perang sebagai sumber nafkah mereka (No War No Money). Suatu istilah yang pernah trend tahun 1993 di jajaran elit aliansi-aliansi barat.

Pada masa selesainya persaingan persenjataan dengan Uni Soviet justru membuat mereka sedih. Suatu kondisi yang menyebabkan terjadi penumpukkan hasil produksi persenjataan super canggih yang sarat teknologi mahal. Mau diapakan senjata-senjata yang diadakan dengan investasi triliunan dollar ini?

Untuk menyelamatkan investasi besar tersebut harus diciptakan perang (Create The War). Tetapi perang dengan siapa? Ketika Amerika menjadi satu-satunya negara adidaya yang sangat kuat, maka semua negara di dunia belum ingin dan memang tidak menginginkan suatu permusuhan.

Inilah awal dari dibukukannya tesis Samuel P. Huntington yang pada mulanya merupakan kajian ilmiah sebagai bentuk politisasi suatu teori untuk tujuan tertentu. Dalam tesisnya Huntington menganggap bahwa dunia Islam adalah pihak yang tidak dapat menerima kemajuan dan teknologi yang disebarkan barat. Samuel P. Huntington sendiri bukan bagian dari kaum perang, tetapi ia seorang yang memiliki sikap rasisme yang berlebihan.

Bangsa barat merasa sebagai ras tertinggi yang harus diagungkan dan dihormati, sedangkan bangsa-bangsa non ras kulit putih Eropah harus menerima kodrat sebagai ras kelas pinggiran. Apapun yang diperlakukan oleh barat sebagai pemegang tahta keagungan harus diterima oleh bangsa timur dan dunia Islam.

Pemahaman dan ideologi seperti ini dapat kita lihat dari cara berfikir mereka. Sebagai contoh dari suatu kisah cerita yang berasal dari barat. Legenda tersebut diambil dari seorang Eropah berkulit putih yang mengaku bernama : David Koch ( www.kochways.com. ). Cerita tersebut dia beri judul: "The King and His Dog".

Secara singkat diceritakan bahwa bangsa Asia dan Afrika keturunan seseorang yang berasal dari abu tempat pembakaran kotoran (maaf) anjing sang raja suku Arya. Suatu kisah yang sangat menghina bangsa-bangsa di Asia dan Afrika. Penghinaan lain masa ketika Christopher Columbus berlayar menuju Amerika. Dengan menganggap penduduk asli Amerika bukan manusia murni, tapi spesies binatang yang telah berkembang.

Contoh lainnya adalah dibuatnya film yang sangat menghina umat Islam yaitu Fitna yang dibuat oleh seorang politisi Belanda, Geert Wilders. Kartun-kartun koran Jyllans-Posten, pemuatan kartun yang menghina presiden kita dan umat Islam di harian The Weekend Australian edisi Sabtu (1/4) di Australia.

Sampai pada gerakan rasisme yang sistematis sejenis inqkuisisi atas para penganut agama lain, pemusnahan suku asli Amerika (Indian) dan orang Aborigin Australia, getto-getto, embargo-embargo negara dunia ketiga, holoucaust, perbudakan para negro, penganiayaan imigran Arab di Eropah, prilaku chauvinistik dari superioritas kulit putih, bom atom di kota Hirosima dan Nagasaki, Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Anda akan menemukan sendiri hal-hal rasisme ini yang sangat memuakkan diberbagai situs internet, buku dan surat kabar barat.

Sikap rasis dan anti demokrasi yang berlebihan inilah yang memunculkan tesis-tesis seperti benturan peradabannya Samuel P. Huntington yang anti terhadap adanya perbedaan ras dan agama. Sikap rasis ini merupakan suatu ideologi barat yang menjadi energi dan ketegaan mereka untuk melakukan penjajahan terhadap negara-negara Asia dan Afrika pada dari mulai abad 13 sampai abad 20 masehi.

Lengkaplah sudah suatu paket idiologi perang dan idiologi rasisme kulit putih Eropa barat yang posesif, sebagai infrastruktur dari political enginering untuk melangkah pada tahap berikutnya. Perang yang beralasan dan sebagai justifikasi atas kebijakan pre-emtive strike-nya dunia barat yang menghantarkan ribuan kapal perang AS untuk membawa tentara dan mesin pembunuh ke jazirah Arab.

Dimana posisi Islam dan Barat dalam fakta sebenarnya? Sudah cukup jelas untuk mendapatkan jawabannya. Bahwa penjajahan yang terjadi sejak abad pertengahan sampai dengan sekarang ini adalah negara-negara barat sebagai penjajah dan negara-negara Islam adalah pihak yang terjajah. Pihak penjajah menginginkan terjadinya transaksi senjata, transaksi teknologi, mendapatkan akses berbagai sumber-sumber ekonomi dan energi yang strategis dan mencaplok wilayah negara lain.

Dalam penjajahan ini pihak teraniaya tidak boleh melawan, jika melawan maka akan dicap sebagai teroris atau ekstrimis. Dari motif penjajahan masa pertengahan sampai sekarang sama saja, yang berbeda hanya waktu, tempat dan cara penjajahan yang lebih canggih.

Dimana benturan peradaban seperti yang dikatakan Huntington? Ternyata tidak terbukti, yang ada justru peperangan yang bukan diakibatkan benturan peradaban, tetapi antara para penjajah yang melakukan invasi dengan para pejuang yang membela hak-haknya sebagai warga yang cinta tanah airnya. Baik yang terjadi di Irak, Afghanistan maupun di Palestina.

Sementara di negara-negara Islam yang tidak perang berbagai teknologi dan kemajuan diserap sepenuhnya dengan senang hati tanpa merasa sebagai sebuah benturan, karena peradaban kemajuan sudah pernah dimiliki oleh dunia Islam sejak Eropa masih dalam masa kegelapan.

1 komentar:

Mr Lonely mengatakan...

Thank you for visiting my blog. Please visit my blog frequently and keep in touch!

Poskan Komentar

Please fill the comments about this post

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers