INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 25 Agustus 2008

Dalam Kancah Politik Internasional Pengaruh Inggris dan Prancis Tidak Penting

Hampir dalam setiap isu yang muncul ke permukaan wacana politik militer dunia selalu berasal poros barat yang selalu diwakili oleh Amerika, poros timur yang relatif memiliki banyak suara bisa dari Rusia, China, Iran, Irak atau India. Untuk poros barat non Amerika relatif hanya ikut apa kata 'bos' Amerika.

Sedangkan di kawasan Timur. Isu politik militer sangat dinamis. Semua hal bisa muncul di Rusia, China, Iran, India atau bahkan dari negara-negara lainnya.

Timur bisa dikatakan memiliki independensi yang lebih tinggi untuk bergerak aktif dalam percaturan internasional.

Inilah yang mengherankan fungsi dan peran negara seperti Inggris atau Prancis bisa dikatakan tidak sesuai kalau boleh dibilang tidak ada.

Apakah mungkin organisasi seperti NATO sangat efektif sehingga semua wacana politik militer harus muncul dari organisasi ini, atau memang peran Inggris dan Prancis sudah tereduksi oleh kekuatan pengaruh Amerika, sehingga hal ini menyebabkan Inggris dan Prancis hanya Permanent Folower.

Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Apapun yang disukai oleh Amerika Serikat maka Inggris dan Prancis akan suka, dan sebaliknya apapun yang tidak disukai oleh Amerika maka Inggris dan Prancis otomatis akan tidak suka. Bisa dikatakan seperti 'robot' atau juga boleh dibilang layaknya 'boneka manis yang penurut'.

Hal ini pun bisa kita lihat dari kesamaan veto Inggris dan Prancis dengan veto AS. Seperti kita ketahui Inggris dan Prancis juga adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Apa pun move-move politik militer yang terjadi di kancah Internasional yang bersumber dari barat selalu Amerika-lah sumbernya.

Kemandulan Inggris dan Prancis ini bisa dilihat dari apatisnya terhadap masalah kaukasus yang sekarang sedang bergejolak. Barat Non AS hanya beretorika tanpa aksi nyata, atau mungkin takut kalau harus masuk ke aksi nyata.

Tampaknya memang inisiatif harus terlebih muncul dulu dari Amerika Serikat, atau mungkin mereka takut bertindak mendahului seniornya.

Wajar saja jika Inggris dan Prancis di mata Rusia dan China tidak dianggap berarti.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta