INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 20 Juli 2008

Yokosuka Akan Dijadikan Basis Senjata Nuklir Amerika Jika Perang Dengan China dan Korea Utara

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Yokohama Akan Dijadikan Basis Senjata Nuklir Amerika Jika Perang Dengan China Rencana Presiden Bush untuk menjadikan negaranya sebagai super power satu-satunya dalam senjata nuklir terus direalisasikan.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan menempatkan kapal-kapal induk bertenaga dan bersenjata nuklir pada berbagai lokasi strategis dunia agar kejadian seperti kekalahan di Perl Harbur ketika melawan Jepang tidak terulang lagi.

Strategi dengan menyebarkan kekuatan senjata nuklir ini dilakukannya dalam program jangka panjang pertahanan Amerika semesta.

Saat ini kekuatan senjata nuklir dunia masih didominasi oleh negara coboy ini, walaupun jumlah rudal berkepala nuklir dirahasiakan tetapi dari jumlah instalasi energi bersenjata nuklir sudah dapat diduga bahwa jumlah reaktor nuklir yang dimiliki suatu negara bisa dijadikan sebagai acuan yang mewakili jumlah peluru kendali berkepala nuklir.

Seperti data yang bersumber dari Uranium Information Centre, Australia ini: Amerika Serikat jumlah reaktor 104 unit, Perancis jumlah reaktor 59 unit, Jepang jumlah reaktor 55, Rusia jumlah reaktor 31, Republik Korea jumlah reaktor 20, Uni Kerajaan (Inggris) jumlah reakktor 19, Canada jumlah reakktor 18, Jerman jumlah reaktor 17 unit, India jumlah reaktor 17 unit dan Ukraina. ( Sumber Data: Uranium Information Centre, Australia. Data: Oktober 2007) Dari data tersebut terlihat hampir separuh dari jumlah reaktor nuklir seluruh dunia adalah milik Amerika Serikat, hal ini dapat katakan bahwa jumlah cadangan uranium yang sudah dilakukan pengayaan merupakan yang terbesar di dunia. Uranium yang sudah dilakukan proses pengayaan dapat dijadikan sebagai sumber energi atau senjata nuklir. Ketakutan Amerika atas perkembangan China akhir-akhir ini banyak membuat resah para pejabat Gedung Putih dan Pantagon.

Inilah yang menyebabkan rencana jangka panjang untuk menjadikan Jepang sebagai lokasi strategis untuk menghantam China dan Korea Utara dengan senjata nuklir jika ada kemungkinan ancaman yang akan diberikan oleh negara tersebut. Hal inilah yang menjadikan para aktifis anti perang dan penyelamat lingkungan menjadikan Yokosuka sebagai pusat gerakan menentang perang Rejim Bush.

Pada Sabtu 19 Juli 2008 yang lalu sebanyak 15.000 aktifis melakukan rapat besar di Kota Yokosuka untuk memprotes rencana penggelaran sebuah kapal induk AS bertenaga dan bersenjata nuklir USS George Washington.

Kapal induk ini akan berlabuh di pelabuhan Yokosuka untuk menggantikan kapal induk konvensional USS Kitty Hawk. Hal yang lebih menakutkan lagi bagi warga Yohosuka atas kedatangan kapal induk yang berbobot mati 102.000 ton itu adalah kejadian diatas kapal induk yang mengangkut bahan nuklir tersebut adalah kejadian kebakaran ketika sedang berlayar di Samudra Fasifik Amerika Selatan.

Bagaimana jika kejadian seperti ini terulang lagi dipelabuhan Yokosuka? Pemimpin Partai Demokrat Sosial Mizuho Fukushima dalam satu pidato pada unjukrasa itu mengatakan bahwa; "Satu kapal induk berbahan nuklir adalah lebih berbahaya ketimbang generasi kekuatan nuklir". Dalam kaitannya dengan perang globar AS yang selalu memaksa Jepang ikut, ia juga berkomentar, "Jepang , yang memiliki konstitusi damai, harus tidak terlibat dalam perang tak pantas AS." Dalam unjuk rasa, berbagai sepanduk anti perang digelar, dari yang mengecam serangan ke Libia, Afghanistan, Irak, Sudan.

Sampai masa lalu AS yang menghancurkan Vietnam, dosa Amerika atas bom atom Hiroshima Nagasaki sampai pelecehan tentara marinir AS terhadap seorang anak gadis Jepang. Para pemrotes juga mengeluarkan juga sebuah pernyataan menentang penggelaran kekuatan kapal induk itu bahwa tindakan tersebut menghambat pembangunan perdamaian di Asia timur laut dan akan menimbulkan gangguan besar pada penduduk daerah metropolitan Tokyo seandainya satu kecelakaan terjadi, seperti yang dikutip dari kantor berita Kyodo

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta