Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Rabu, 30 Juli 2008

Tingkat Kematian Akibat Kelaparan Akan Meningkat Tajam Jika Negara Maju Berhasil Menekan Indonesia, India dan China untuk Menyetujui Perjanjian WTO

Oleh Heri Hidayat Makmun

Abad ini merupakan abad yang banyak menghilangkan sendi-sendi kekuatan pertanian pangan dunia. Naiknya harga minyak mentah yang dibarengi dengan sangat melonjaknya harga pangan (beras, jagung dan kedelai) dalam skala global dunia patut menjadi keprihatinan kita.

Seperti yang dikutip dari Jawapost ( 16 Maret 2008 ) memberitakan bahwa : "Program Pangan Dunia PBB (UN World Food Program -WFP) dalam rilisnya Jumat (14/3) menyebutkan, sebagai dampak kenaikan harga produk energi (minyak dan produk tambang), harga pangan rata-rata naik 40 persen dalam sembilan bulan terakhir. Selain itu, stok pangan dunia mencapai posisi terendah dalam 30 tahun terakhir. Harga jagung mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Begitu juga, kedelai mencetak rekor yang tertinggi dalam 35 tahun terakhir. Stok beras dunia akan mencapai titik terendah yang mendorong harga beras ke level tertinggi selama 20 tahun terakhir. Sedangkan stok gandum berada di titik terendah selama 50 tahun terakhir"

Informasi ini diperkuat oleh Direktur Jendral Organisasi Pangan Dunia PBB (FOA), Dr. Jacques Diouf saat memberikan konfrensi persnya Jumat (11/4/2008). “Stock pangan dunia kritis. Stok yang ada mencapai level terendah yang belum pernah terjadi sejak tahun 1980. Untuk tahun ini sudah 5% lebih rendah dari tahun lalu”.

Akibat dari peningkatan harga pangan dunia ini paling dirasakan di negara-negara miskin dan berkembang. Contohnya di Indonesia data angka kematian bayi akibat busung lapar. Pada tahun 1998 tercatat 1.201.450 anak Indonesia umur 0 - 4 tahun terancam kekurangan gizi, dengan angka kematian bayi sebesar 59 anak balita.

Pada tahun 1999 angka ini berkelipat menjadi 4 kalinya, dengan bayi mati akibat busung lapar menjadi 101. Jangankan didaerah miskin seperti NTB atau NTT, di Jakarta saja pada tahun 1999 ditemukan 12.130 anak balita kekurangan gizi dan 1.319 busung lapar.

Data tersebut adalah yang tercatat secara resmi. Tentunya fenomena ini ibarat gunung es. Banyak kejadian busung lapar yang tidak tercatat di seluruh Indonesia terutama di bagian Indonesia timur dan berbagai pelosok.

Dari data yang tercatat di atas sebagian besar adalah dari inforamsi rumah sakit, puskesmas atau pos Yandu. Bagaimana dengan korban busung lapar yang tidak mendapatkan akses kesehatan ini? Tentunya tidak tercatat. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga seluruh dunia.

Hal yang paling disedihkan negara-negara maju terus menekan negara berkembang dalam perjanjian WTO di Genewa, Swiss baru-baru ini. Tanpaknya usaha negara-negara maju ini akan terus dilakukan untuk tahap pertemuan-pertemuan berikutnya.

Hal ini sebaiknya diantisipasi oleh Pemerintah Indonesia untuk terus secara gigih menggalang suara dan membuat komitmen bersama dengan China dan India sebelum pertemuan WTO yang berikutnya. Kedua negara ini memiliki banyak persamaan dengan Indonesia.

Kedua negara ini plus Indonesialah sebenarnya yang membawa suara negara-negara miskin dan berkembang di Indonesia. Ketiga negara ini paling vokal untuk menyerukan perlindungan pertanian di negara-negara miskin dan berkembang dari tekanan negara-negara maju.

0 komentar:

Poskan Komentar

Please fill the comments about this post

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers