INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 05 Juni 2008

Organisasi Papua Merdeka Tidak Mendapat Dukungan Internasional

OPM yang bergerilya mencoba mencabut patok-patok integritas NKRI. Melalui berbagai LSM-nya baik yang aktif di dalam negeri maupun yang aktif diluar negeri melancarkan berbagai move-move untuk mencari perhatian dunia agar merestui kemerdekaan Papua. Papua merdeka yang digerakkan oleh West Papua People’s Representative and OPM.
Salah satu situs yang menampilkan visi misi OPM yaitu wpik.org (West Papua Information Kid) yang didanai oleh perusahaan, orang asing di Papua, atau donatur dari luar negeri. Usaha OPM berusaha membelokkan sejarah agar dunia dapat menerima kemerdekaan mereka.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan secara tegas bahwa tidak ada negara atau pemerintah yang mendukung gerakkan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang mendukung gerakan OPM hanyalah Vanuatu.

Pernyataan Hassan Wirajuda ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat. Hal ini disampaikan Hassan terkait pertanyaan Komisi I DPR yang merasa risau atas semakin intensifnya kalangan lembaga swadaya masyarakat, dan beberapa kalangan internasional yang mengusik NKRI dengan gerakan mereka.
"Sikap Vanuatu itu pun berubah- ubah seiring terjadinya perubahan kabinet dan pemerintahan di negara itu," kata Hassan dalam rapat kerja di gedung dewan tersebut. Menurut Menlu adanya usaha-usaha untuk mendorong terjadinya Papua merdeka dari kelompok masyarakat di luar negeri, gereja dan LSM yang mendukung aspirasi kemerdekaan Papua. Pengaruh dukungan kelompok ini sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan otonomi khusus Papua, pembentukan Majelis Rakyat Papua dan pemekaran provinsi.

Terkat usaha OPM ini mereka berusaha dengan loby-loby internasional meloloskan usulan draf RUU (H.R 2601) di Kongres AS pada 20 Juli 2005. Dalam draft tersebut ada yang mempertanyakan kembali keabsahan penentuan pendapat rakyat. Menlu yakin bahwa usaha mereka akan gagal dalam proses pengesahan menjadi undang-undang, karena banyak anggota kongres yang menyetujui pembahasan RUU tersebut.
Administrasi AS melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS berkomitmen dan menegaskan dukungan AS terhadap integritas NKRI dan tidak mendukung gerakan OPM di Indonesia. Berbagai negara tetangga, anggota Asean, negara-negera Timur Tengah dan Eropa juga tetap mendukung kedaulatan Indonesia.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta