INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 01 Juni 2008

Negara Tetangga Hanya Mau Oksigen Gratis Tanpa Mau Asapnya

Negara Tetangga Hanya Mau Oksigen Gratis Tanpa Mau Asapnya
Indonesia yang memiliki 10% hutan dunia, yang merupakan hutan tropis sebagai paru-paru dunia harus menjaga dan melestarikan isinya. Luas dan terpencarnya hutan tropis ini dalam berbagai pulau di nusantara menyulitkan pemerintah Indonesia untuk menjaga dan merawat keberadaan hutan penghasil oksigen andalan dunia ini. Kemampuan anggaran kita yang lemah, sosial ekonomi penduduk sekitar hutan yang masih bergantung pada hutan, kezaliman orang-orang memanfaatkan hutan hanya untuk kepentingan jangka pendek, bencana alam, kebakaran hutan dan sebagainya mempersulit upaya-upaya pemerintah dalam melestarikan hutan Indonesia ini.

Bulan-bulan kedepan Juli, Agustus, September dan November yang menjelang musim-musim panas biasanya kita mengalami ritual rutin yang menjadi kecaman negara-negara tetangga kita bahkan dunia, yaitu kebakaran hutan. Asap dan polusi yang menyebar sampai negara-negara tetangga kita menbuat Singapura, Malaysia dan Thailand menganggap pemerintah Indonesia tidak becus dalam menjaga hutan kita. Keluhan mereka atas ekport asap kita yang tidak mereka inginkan disampaikan dalam berbagai forum dunia yang mempermalukan bangsa Indonesia.

Selama ini mereka (negara-negara tetangga kita) tidak sadar bahwa kita juga sudah mengekspor udara segar berupa oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh-tubuh penduduk negara tetangga kita. Untuk yang ini mereka diam saja, tanpa ada rasa terima kasih dan ucapan bersukur mereka turut menikmati tanpa membayar dan tanpa sedikitpun berfikir bahwa hutan Indonesia yang dijaga dan dilestasikan dengan anggaran negara miskin ini untuk tetap memproduksi oksigen yang dibutuhkan penduduk bumi ini.

Hal yang paling menyedikan negara-negara yang sudah menghabiskan hutan duluan dan memproduksi emisi secara besar-besaran sebagai konsekuansi negara-negara industri pun ikut mengecam kita. Tanpa ada rasa malu dan rasa bersalah pada masa lalu dan masa kini mereka turut mempermalukan kita diluar negeri. Memang betul kita belum becus memelihara hutan. Tapi apakah paru-paru dunia ini hanya menjadi tanggung jawab bangsa Indonesia yang miskin ini? Sementara para negara maju yang kaya dan mengumbar produksi emisi secara besar-besaran sebagai akibat industri mereka tenang-tenang saja?

Di dafar PBB Indonesia dimasukkan dalam daftar negara-negara yang tidak bertanggungjawab dalam pengendalian emisi dan pemanasan global, seakan sia-sia usaha kita di Bali untuk menggugah dunia untuk memperhatikan hutan kita. Sedangkan negara negara maju yang boros emisi didaftar yang lebih bertanggungjawab. Keterlaluan PBB.

Untuk menghadapi pemanasan global akibat produksi emisi yang tidak terkendali, dunia seharusnya bijaksana dengan berbuat, menyediakan anggaran untuk kelestarian hutan-hutan di jagat bumi ini. Usaha pemanasan global tidak bisa dilakukan dengan sikap-sikap sok pahlawan diforum-forum internasional, tanpa sedikitpun perhatian dan penyediaan anggaran untuk pelestari hutan dunia.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta