INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 01 Juni 2008

Mengikuti Harga Minyak, Harga Gas Dunia Meroket

Indonesian merupakan penghasil gas terbesar didunia, bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidur di atas gas bumi dan panas bumi. Dalam kelangkaan sumber-sumber energi dunia saat ini, baik berupa kenaikan harga minyak dunia, gas alam, batu bara, panas bumi dan sumber-sumber lainnya yang secara umum mengalami kenaikan yang luar biasa.

Kenaikan harga gas dunia yang melonjak tersebut tidak terasa atau mungkin belum berkah bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tata kelola bahan mineral Indonesia masih carut marut. Dari mulai penetapan perusahaan pengelola yang sebagian besar perusahaan asing, kontrak kerja yang tidak adil dan cendrung merugikan RI, penetapan harga gas yang tidak sesuai dengan harga gas dunia, kebijakan ekpor gas yang berlebihan, dan UU Migas yang merugikan Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPPT ternyata produksi gas dalam negeri lebih banyak dijual ke pasar internasional melalui mekanisme ekspor. Data yang dihimpun BPPT menyebutkan ekspor gas yang dikemas dalam bentuk LNG menyita hampir seluruh produksi gas dalam negeri.

Hasil produksi gas perusahaan-perusahaan gas seperti PT Arun (Aceh) dan PT Badak (Bontang). Pada 2000 lalu produksi Arun mencapai 6.706.100 metrik ton, jumlah yang diekspor mencapai 6.747.000 metrik ton. Ladang gas Badak, berproduksi mencapai 20.614.900 metrik ton pada tahun 2000. Sebagian besar produksi dialokasikan untuk kepentingan ekspor, mencapai 20.243.100 metrik ton, rata-rata produksi pada tahun-tahun berikutnya tetap bertahan sampai tahun 2008 ini. Setidaknya data 2002 menyebutkan ekspor mencapai 6.249.700 metrik ton dari total produksi ladang gas Arun yang mencapai 6.242.600 metrik ton. Sedangdkan ladang gas Badak berproduksi hingga kisaran 19.942.200 metrik ton, namun kapasitas ekspornya melampaui produksi mencapai 19.964.800 metrik ton.

Ekspor gas Indonesia berdasarkan jenis pada 2002, berupa LNG sebesar 1.656.472 MSCF (66,12%), LPG 2.474 MSCF(0,10%), pipanisasi ke Singapura 82.619 MSCF (3,30%) dan sisanya untuk kebutuhan dalam negeri. Nilai ekspor LNG pada 2002 mencapai US$5,595 miliar, kontrak ekspor LNG Indonesia periode 1999-2007 mencapai 29,46 miliar metrik ton, realisasi ekspor hingga kini 3,51 metrik ton. Data 2002 menyebutkan, 69% produksi gas Indonesia diekspor ke luar negeri dalam bentuk LNG, LPG dan distribusi gas melalui pipa (ke Singapura).

Tentunya pada tahun 2008 ini harga gas meningkat sangat pesat. Harga gas naik mencapai US$ 3,227 per galon. Harga gas diperkirakan bisa mencapai US$ 4 per galon dipicu kenaikan harga minyak mentah di pasar bursa berjangka. Harga gas rata-rata di New York naik 0,7 persen menjadi US$ 3,22 per galon atau US$ 69 sen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, harga gas sempat menyentuh US$ 3,227 karena permintaan yang tinggi. Harga gas eceran mengikuti minyak mentah naik 25 persen dalam waktu sebulan,

Berita kenaikan harga gas yang tinggi ini tertutupi oleh kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah jarang, bahkan terkesan menutup-nutupi kenaikan harga gas dunia ini. Hal ini mengesankan agar kenaikan harga BBM dalam negeri dapat berjalan lancar tanpa banyak protes dari masyarakat

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta