Indonesian People's Voices. Have contens about article, opinion and information how Indonesian to wakeup! What are Indonesia and other country connection? History of The Freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti Imperialism. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing.. Indonesian peoples thing..

Senin, 2008 Juni 02

Kapitalisme = Darwinisme + Machiavellisme

Oleh Heri Hidayat Makmun, SE, MM

Krisis kebangsaan yang kita alami semakin berlarut-larut. Ekonomi, keamanan, politik yang masih sebatas pemenuhan kebutuhan untuk terlaksananya suatu demokrasi yang mahal dan banyak memakan aset bangsa ini. Secara ekonomi kita tertekan akibat warisan hutang yang besar dari masa orde baru.

Kita juga menambah hutang kita dalam usaha penanggulangan krisis moneter kita dengan adannya BLBI yang semakin menambah komitmen kita pada IMF, yang ternyata di belakang hari banyak melakukan tekanan-tekanan yang mengarahkan kita masuk pada jurang pasar bebas. Seakan dimanapun dibumi yang kita pijak ini tidak akan ada negara yang mampu untuk lepas dari pasar bebas, walaupun ternyata juga dibelakang hari kita lihat negara-negara yang dari awal dengan semangat mengusung panji-panji pasar bebas itu malah banyak memproteksi produksi dan pasar dalam negeri mereka. Terutama setelah raksasa pemproduksi masal ( China ), mengguyur semua negeri dengan produk-produk mereka yang sangat murah, dan bagi negara-negara kapitalis menyebut sebagai 'harga yang tidak masuk akal'. Mereka tidak sadar bahwa itulah kelemahan kapitalisme.

Tapi apa yang terjadi dinegeri ini, disaat negara-negara lain sudah memasang benteng pertahanan yang kokoh, walaupun masih terguyur basah juga. Kita malah secara bangga mengatakan ini adalah zaman globalisasi yang harus masuk kepasar bebas. Ada yang secara naif mengatakan mau tidak mau kita akan masuk ke pasar bebas. Para profesor lulusan Amerika juga lebih parah lagi dengan kesombongan akademik mereka berusaha menjelaskan secara meyakinkan tentang pasar bebas yang harus diikuti.

Apakah mereka tidak sadar bahwa sekarang ini setelah kondisi ekonomi dunia semakin timpang, dengan kesenjangan ekonomi yang sangat parah, maka kapitalisme justru mulai dipertanyakan kembali, karena ada suatu saat akan ada yang sangat kaya dengan nilai kekayaan 100% pada hanya segelintir 1% orang dan 99% penduduk lainnya hanya memiliki kekayaan 0%. Disaat itulah semua teori tidak ada artinya lagi karena semua orang yang lapar akan memberontak yang menyebabkan chaos sehingga hancurlah ekonomi dan politik suatu negara.

Secara filosofis kita mulai berfikir apa artinya sebuah negara? Apa artinya sebuat pemerintahan? Apa artinya keberadaan hukum? Jika akhirnya semua dilepas dan diserahkan kepada penguasa ekonomi dan konglomerat yang hanya menginginkan profit mereka saja. Akhirnya terjadi suatu kehancuran pada akhir dari suatu zaman dari suatu bangsa. Bisakah kita katakan bangsa Indonesia mulai menuju hal tersebut? Kenaikan harga minyak sebagai contohnya karena pada kenyataanya negara-negara ekonomi maju tidak mengalami hal yang terlalu berat seperti kita, karena mereka memiliki pondasi ekonomi yang kuat. Tetapi kita negara miskin ini semakin merana, dengan peningkatan kemiskinan, terhentinya kesempatan pendidikan bagi anak-anak bangsa kita dan tingkat kesehatan yang rendah.

Akhirnya bangsa kita semakin bodoh, kita semakin tak berdaya secara ekonomi, dan anak-anak kita semakin tidak sekolah, yang menyebabkan mereka semakin lebih tidak berdaya lagi dibandingkan kita. Lingkaran setan ini terus sampai hilangnya suatu generasi bangsa dari muka bumi. Bagi penjahat kapitalis itu hanya sebuah evolusi, yang memilih yang kuat untuk tetap bertahan dibumi dan mengeliminasi yang lemah. Lagi-lagi mereka sudah mempersiapkan suatu teori untuk memberi alasan yang logis, karena Darwinisme adalah kapitalisme, Kapitalisme adalah Darwinisme.

Kepitalisme dan Darwinisme memiliki prilaku yang sama bahwa : "yang kuat akan menggusur yang lemah, dan yang akan berkuasan sementara yang lemah akan punah". Dalam pemikiran mashab filosofis ini juga ada isme lain dalam klas yang sama yaitu “Machiavellistik” yang menghalalkan segala cara, tanpa ampun, anti Tuhan, anti kemanusiaan dan anti sosial. Cara-cara ini banyak digunakan di barat sejak zaman pertengahan sejak Niccolo Machiavelli lahir. Arah pemikiran Machiavelli beranjak pada bagaimana cara seorang raja mengatur negara dan kekuasaannya, sebuah rumus yang disarankan kepada seorang penguasa Lorenzo de Medici. Kondisi waktu itu menyebabkan kepentingan ekonomi merupakan hal yang sangat fundamental dalam membesarkan kerajaan.
Inilah awal yang menyebabkan bangsa-bangsa barat menyebarkan tentara keseluruh penjuru dunia untuk memulai sebuah penjajahan ke berbagai negara-negara Asia dan Afrika. Ini merupakan sejarah kelam kemanusiaan yang panjang dan menelan korban yang sangat banyak di Asia dan di Afrika sampai akhir abad ke 19.

Termasuk wilayah nusantara yang dimasuki oleh Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Belanda yang membawa "investor" bernama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dalam bahasa Indonesia berarti perserikatan perusahaan hindia timur, menanamkon modalnya dalam berbagai perkebunan rempah-rempah di Nusantara. Belanda dapat mencengkram Indonesia selama hampir 350 tahun dalam usaha pemerasan ekonomi yang tak terperikan.

Sampai sekarangpun penjajahan di dunia masih tetap ada, dalam motif-motif baru berupa penguasaan sumber-sumber mineral penting dan srtrategis seperti minyak bumi, gas, batu bara, panas bumi yang semakin langka, seperti yang terjadi di Timur Tengah, Amerika Selatan dan Asia Tenggara.

0 komentar:

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):