INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 01 Juni 2008

Disaat Perusahaan Penambang Dunia Pesta Pora Keuntungan Kenaikan Harga Minyak, Rakyat Indonesia Mati di Lumbung Energi

Derita bangsa Indonesia semakin panjang dan semakin lama, kembali pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM menjadi: bensin premium = Rp. 6.000,-/liter sebelumnya Rp. 4.500,-/liter, solar = Rp. 5.500,-/liter sebelumnya Rp. 4.300,-/liter, dan minyak tanah = Rp. 2.500,-/liter sebelumnya Rp. 2.000,-/liter. Ekonomi masyarakat yang sudah goyah akan semakin goyah akibat keputusan ini. Bangsa Indonesia tidak sendiri karena banyak penduduk dunia lain mengalami hal serupa ini, umumnya negara yang tidak memiliki pondasi ekonomi kuat dan pengelolaan sumber mineralnya dikuasai asing seperti Indonesia.

Perusahaan-perusahaan minyak dan tambang dunia saat ini mengalami panen besar, sebagai keuntungan kenaikan harga minyak. Demikian juga dengan perusahaan-perusahaan yang mengekplorasi ladang minyak, gas bumi, dan bahan mineral lainnya di Indonesia.
Dari data hasil laporan pendapatan perusahaan-perusahaan penambang mineral tahun 2007, pihak ExxonMobil memperoleh keuntungan sebesar $40.6 Billion atau setara dengan Rp3.723.020.000.000.000 (dengan kurs rupiah 9.170), bandingkan dengan besarnya APBN kita.

Total Nilai penjualan ExxonMobil mencapai $404 billion, melebihi Gross Domestic Product (GDP) dari 120 negara di dunia. Setiap detiknya, ExxonMobil berpendapatan Rp 11.801.790, sedangkan perusahaan minyak AS lainnya, Chevron, melaporkan keuntungan yang diperolehnya selama tahun 2007 mencapai $18, 7 billion atau Rp171.479.000.000.000.

Royal Ducth Shell menyebutkan nilai profit yang mereka dapatkan selama setahun mencapai $31 milyar atau setara dengan Rp 284.270.000.000.000.

Bandingkan dengan kekuatan PDB Indonesia hingga akhir tahun 2007, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia belum sanggup menembus Rp4.000 Trilyun, untuk triwulan ke III tahun 2007 saja hanya mencapai Rp 2.901. trilyun. Untuk Negara penghasil minyak lainnya, Libya hanya 50.320 juta US$, Angola (44, 033 juta US$), Qatar (42, 463US$), Bolivia (11.163 juta US$), dan lain-lain. Kepemilikan sumber-sumber minyak ditanahnya sendiri belum mampu untuk meningkatkan PDB seperti PDB negara-negara maju.

Energy information Administration (EIA) dalam laporannya (jan/08 ) menjelaskan bahwa total produksi minyak Indonesia rata-rata 1, 1 juta barel per-hari, 81% dari jumlah tersebut (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah (crude oil).

Untuk produksi gas alam, Indonesia sanggup memproduksi 97.8 juta kubik. Indonesia masuk dalam daftar ke 9 penghasil gas alam di dunia, dan merupakan urutan pertama di kawasan Asia Pasifik. Dari 100% produksi gas hampir 90% dari total produksi tersebut berasal dari 6 MNC saja, yakni; Total (diperkirakan market share-nya di tahun 2004, 30%), ExxonMobil (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%), ConocoPhillips (11%), BP (6%), and Chevron (4%). Sedang, stok gas bumi mencapai 187 triliun kaki kubik atau akan habis dalam waktu 68 tahun dengan tingkat produksi per tahun sebesar 2, 77 triliun kaki kubik. Cadangan batu bara ada sekitar 18, 7 miliar ton lagi atau dengan tingkat produksi 170 juta ton per tahun berarti cukup buat memenuhi kebutuhan selama 110 tahun. (Sumber: Kementerian ESDM).

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta