INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 06 Mei 2008

Tinjauan Analitis Konflik Palestina: Upaya Indonesia Dalam Proses Penyelesaian Konflik Internal Palestina

Pada tanggal 28 April 2008, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Aspasaf (P3K2 Aspasaf), BPPK, Departemen Luar Negeri telah menyelenggarakan acara Diskusi Terbatas yang bertema ”Tinjauan Analitis Konflik Palestina: Upaya Indonesia Dalam Proses Penyelesaian Konflik Internal Palestina”.

Diskusi membahas beberapa buah tema dari 5 (lima) pembicara yaitu: Broto Wardoyo, program director Centre for International Relation Studies (CIReS), Drs. Aidil Chandra salim, direktur Timur Tengah Deplu, Dr. Muhammad Luthfi, Kepala Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia, Drs. m. Hamdan Basyar, M. Si, Ahli Peneliti Muda LIPI/Sekjen Indonesia Society for Middle East Studies (ISMES) dan Ferry Nur, Sekjen Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA) serta 2 (dua) nara sumber, yaitu: K.H. Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) dan Hajriyanto Y. Thohari, anggota Komisi I DPR RI/ Sekretaris FPG MPR RI. Dalam kesempatan ini Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Fariz Mehdawi menyampaikan keynote speech mengenai perkembangan Palestina. Diskusi ini dihadiri oleh para pejabat Deplu dari unit terkait, Departemen terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para akademisi, peneliti dan wartawan.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BPPK, Ibu Artauli R.M.P Tobing, menyampaikan maksud penyelenggaraan diskusi terbatas, yaitu untuk melakukan pengkajian terhadap masalah konflik internal Palestina secara menyeluruh dan rinci dari berbagai perspektif tidak hanya terbatas pada masalah pertentangan pandangan dan kepentingan politis formal masing-masing pihak yang bersengketa, tetapi juga mungkin menjangkau berbagai aspek sosio religi serta keterkaitan pihak luar yang mempengaruhi posisi masing-masing pihak.

Diskusi juga mengkaji mengenai sejauh mana tersedia peluang, tantangan, arah, format, tahapan berbagai kegiatan mediasi yang dapat ditawarkan Indonesia kepada pihak-pihak yang bersengketa di dalam lingkaran internal Palestina

Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes Palestina untuk Indonesia menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat berperan merujuk pada modalitas dan kapasitas yang dimiliki namun dianjurkan tidak masuk pada isu politik. Indonesia diharapkan berperan secara non-partisan dan melakukan pendekatan melalui isu sosial, budaya dan agama agar Indonesia tidak terperangkap dalam kompleksitas konflik tersebut.

Secara garis besar pertemuan sepakat bahwa belum terselesaikannya konflik internal di Palestina dikarenakan beberapa faktor antara lain belum ditemukannya formula nasional yang utuh sehingga menimbulkan perpecahan di dalam pemerintahan Palestina antara kelompok Hamas dan Fatah, kurang solidnya dunia Arab dan kepentingan beberapa negara besar seperti AS, Israel dan Iran terhadap Palestina.

Para peserta juga menghargai posisi dan komitmen Indonesia dalam masalah ini, namun tetap mengingatkan mengenai besarnya biaya yang akan ditanggung bila Indonesia masuk dalam masalah ini. Diusulkan agar Indonesia berperan dari sisi sosial, budaya dan agama serta memperkuat peranan second track diplomacy dengan memfasilitasi para pelaku second track diplomacy tersebut dalam suatu wadah yang tidak kaku guna mensinergikan dan memperkuat berbagai upaya penyampaian bantuan. Indonesia juga dapat memainkan peranan mediasi konsultatif mengingat posisi non-partisan dengan pihak bertikai di Palestina dan hubungan baik dengan para aktor regional serta major powers. Indonesia juga perlu mensinergikan dan memformulasi politik luar negeri yang tidak didasarkan atas ideologi tertentu serta menerapkan total diplomacy/ pendekatan multi track yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan Indonesia.

1 komentar:

日月神教-任我行 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta