INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 06 Mei 2008

Roundtable Discussion“Membangun Kerangka Strategis Hubungan Indonesia-Thailand ke Depan: Peluang dan Tantangan”Jakarta, 23 April 2008

Dalam rangka refleksi 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand, BPPK bekerjasama dengan KBRI Bangkok telah menyelenggarakan Roundtable Discussion “Membangun Kerangka Strategis Hubungan Indonesia – Thailand ke Depan: Peluang dan Tantangan” di Ruang Nusantara Deplu tanggal 23 April 2008. Diskusi tersebut membahas isu-isu bilateral dalam bidang Politik, Keamanan, Ekonomi, Sosial dan Budaya, serta potensi kerjasama yang dapat dilakukan dan dikembangkan oleh Indonesia-Thailand.

Dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, hasil diskusi ini dijadikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah kongkrit dalam kaitan hubungan bilateral RI – Thailand.

Diskusi diawali oleh sambutan Duta Besar Indonesia untuk Thailand, H.E. Ibrahim Yusuf, dan sambutan dari Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Primo Alui Joelianto, yang sekaligus membuka acara tersebut. Diskusi dimulai dengan presentasi dari dua pembicara yaitu Dr. Makarim Wibisono, Mantan Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa dan Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA., Deputi Bidang Politik Kantor Sekretariat Wakil Presiden, dengan moderator Yusra Khan,SH., Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kebijakan.

H.E. Ibrahim Yusuf dalam sambutannya mengemukakan tentang sejarah hubungan Indonesia-Thailand yang telah dimulai sejak era Sriwijaya dan Majapahit hingga sekarang. Hubungan kedua negara dewasa ini semakin erat dengan meningkatnya kegiatan dan kerjasama, baik pada tingkat G to G, daerah dan P to P contact diberbagai bidang seperti perdagangan, pertanian, pertahanan, energi dan pendidikan.

Sedangkan Dirjen ASPASAF dalam sambutannya menjelaskan tentang hubungan RI-Thailand yang telah berjalan selama 50 tahun yang secara umum berjalan dengan baik dan saling menguntungkan. Selain itu, diuraikan juga mengenai berbagai kegiatan dan kerjasama bilateral serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam hubungan kedua negara a.l. pemanfaatan kekayaan laut dan masalah perbatasan.

Dalam presentasinya, Dr. Makarim menyampaikan tentang peluang, tantangan serta hambatan peningkatan hubungan ekonomi RI – Thailand, khususnya di bidang ekonomi, a.l. di sektor otomotif, energi, dan agro-based industry. Selain itu, Indonesia harus jeli melihat peluang yang ada dalam sektor-sektor ekonomi tersebut agar dapat lebih bermanfaat bagi Indonesia.

Sedangkan Prof. Djohermansyah dalam presentasinya menyampaikan tentang masalah Thailand Selatan dan peran yang diharapkan dari Indonesia dalam kaitan masalah tersebut. Keberhasilan model penyelesaian masalah Aceh meskipun memiliki beragam perbedaan, dimungkinkan untuk diterapkan di Thailand selatan. Perbedaan ini dapat disikapi dengan menawarkan beberapa strategi dan formulasi seperti penyelesaian secara bermartabat dan peningkatan ekonomi dalam paket otonomi khusus.
Paparan makalah dari para pembicara tersebut diakhiri dengan tanya jawab dengan peserta aktif yang sekaligus mengakhiri acara Roundtable Discussion ini.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta