Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Sabtu, 14 November 2009

Aku Bermimpi Para Pejuang Kemerdekaan Datang Ke Masa Sekarang

Oleh Rusman Danar

Di tengah keterpurukan bangsa ini akibat kemiskinan, rendahnya sumber daya kita dibandingkan dengan Negara tetangga kita, konflik politik, konflik kekerasan antar mahasiswa, konflik kekerasan antar kampong, hokum dan keadilan yang semakin jauh, konflik KPK – Polri, DPR yang tidak lagi menjadi mediator aspirasi masyarakat, korupsi yang semakin merajalela, bencana disana sini yang tidak berkesudahan, pengangguran yang sulit diselesaikan, ketertinggalan berbagai wilayah di luar Jawa, listrik yang byar prĂȘt tiap hari, TKI-TKI yang dapat bogem mentah dari para tuannya diseberang sana, jalan-jalan yang ditanami pohon pisang oleh warga karena demikian parahnya, dan berbagai kesedihan lainnya yang menyesakkan dada saya, menghantam perasaan nasionalisme saya.

Dalam tangis dan harapan saya. Saya bermimpi disuatu malam. Terdengar suara Bung Tomo yang menggelar di radio-radio hai… bangsa ku telah datang musuh bangsa kita kemiskinan, pengangguran, konflik dimana-mana, hayo semuanya… bangkit singgingkan lengan. Hayoh semuanya mulai pikirkan rakyat ini.

Para pemimpin pikirkanlah rakyatmu, kami sudah berjuang sekarang kalian mendapatkan kenikmatannya. Para pemimpin pemerintahan buka lapangan pekerjaan jangan sibuk dengan diri sendiri, beri mereka modal bukan diberikan ke Bank Century. Bangunlah jalan-jalan yang berkualitas bagus tidak mark up, tidak korupsi…!

Wahai DPR beri saluran aspirasi untuk rakyat supaya mereka tidak bergolak, para wakil rakyat dengarlah… Anda wakil rakyat bukan wakil pemerintah… sadarlah bahwa anda digaji oleh rakyat.

Wahai pemuda bangunlah bangsa ini, kekuatan bangsa ada pada para pemuda, percayalah pada diri sendiri, mandiri untuk membangun bersama, jangan malas, berjuanglah dan jangan berputus asa untuk membangun bangsa ini…

Wahai para pelajar belajarlah sepintar-pintarnya, jangan tauran, jangan hedon, jangan pakai narkoba, belajarlah sungguh-sungguh itu adalah kewajiban mu… Hargilah orang tuamu… Hargailah gurumu…

Tiba-tiba aku tersadar… ah ternyata mimpi, aku sedih sekali ternyata itu Cuma mimpi padahal aku berharap mereka para pendiri bangsa para pejuang bangsa itu memang benar datang ke masa kini. Menggugah kesadaran kita untuk memikirkanketerpurukan bangsa ini.

Setelah itu aku bermimpi lagi setelah menangis bahwa itu hanyalah mimpi. Aku mendengar suara Bung Karno memproklamasikan kemakmuran kita. Aku dengar senyap… senyap…

Proklamasi, bahwa sesungguhnya kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia itu adalah hak segala bangsa dan oleh karena itu maka kemiskinan dan kebodohan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dengan ini kami nyatakan bahwa Indonesia sudah bebas dari kemiskinan dan kebodohan itu dan Indonesia sudah mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang dicita-citakan. Soekarno Hatta.

Tiba-tiba aku tersadar kembali dan tangisku semakin menjadi-jadi karena itu semua hanyalah mimpi… Oh bangsaku….

Jumat, 13 November 2009

KPI Mencoba Membungkus Bau Kentut

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Berbagai mafia peradilan yang mengemuka akhir-akhir ini bukanlah, sebuah kejadian yang memang baru terjadi hari ini, tetapi memang sudah terjadi dari sejak lama akibat buruknya kualitas penegakan hokum kita, tanpa memperhatikan rasa keadilan masyarakat.
Berbagai okmun yang bermain contohnya dalam kasus KPK vs Polri yang mencerminkan betapa pejabat public di ranah hokum tersebut gambang di adu domba oleh berbagai oknum yang sekarang sedang trend dengan istilah “makelar kasus” (markus).

Tata kelola pemerintahan yang baik dengan menuntut agar pemerintahan dapat berjalan secara adil, transparansi dan demokratis. Harus berlawanan dengan upaya-upaya sebagian pihak untuk menutup pintu informasi public. Pembungkaman masyarakat dilakukan dengan tidak memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat luas.

Di sisi lain kalangan jurnalis yang berkeinginan untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya untuk dipersembahkan oleh masyarakat berusaha untuk menyajikan berbagai informasi yang bersifat umum, layak dan bernilai berita ke ruang public. Pencerdasan dengan informasi yang jujur kepada khalayak ramai meningkatkan semangat transparansi itu.

Sayangnya pemerintah masih berupaya untuk kembal ke cara-cara lama dengan sedikit-demi sedikit menutup kembali ruang public tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang berniat akan melarang semua penayangan secara langsung dari ruang sidang terhadap semua kasus persidangan di Tanah Air, seperti yang disampaikan oleh Ketua KPI Sasa Djuarsa Senjaja di Gedung DPR di Jakarta, Rabu (11/11) mengatakan, pihaknya akan menata ulang liputan langsung stasiun televisi dari ruang sidang pengadilan. Menurutnya, liputan langsung stasiun televisi hanya boleh menyiarkan wawancara dengan majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan kuasa hukum, pada saat menjelang dan sesuai jalannya sidang.

Direktur Eksekutif Indonesia Legal Resources Center (ILRC) Uli Parulian Sihombing, mengatakan, larangan menggelar siaran langsung persidangan melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Seperti yang dikutip dari Kompas (14/11/2009),

Ia menjelaskan, Pasal 153 Ayat (3) KUHAP menyatakan, untuk keperluan pemeriksaan, hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum kecuali dalam perkara mengenai kesusilaan atau terdakwanya anak-anak. Berarti, ujar dia, sudah jelas bahwa semua sidang terbuka untuk umum dan bisa mendapatkan liputan media secara langsung kecuali dalam beberapa kasus. "Kasus yang tertutup adalah kasus terkait anak-anak dan tentang kesusilaan," katanya.

Mengapa KPI demikian cepat bereaksi dalam kasus ini? Biasanya diam saja atau lambat sekali kalau ada pelanggaran tayangan yang dilakukan oleh televise di tanah air. Apalagi kita tahu sebentar lagi kasus Bank Century tentu akan ramai ditayangkan di televise, seperti ramainya penayangan kasus Antasari dan kasus Bibit Chandra. Padahal di Amerika Serikat contohnya penayangan di ruang sidang adalah hal biasa, bahkan ada televise yang khusus hanya menyelenggarakan berbagai sidang.

Saya khawatir jika pihak KPI takut jika masyarakat akan tahu bagaimana kwalitas dari penegakan hukum kita yang kurang memperhatikan rasa keadilan. Padahal jika informasi kepada public berusaha untuk di tutup, maka hal ini justru akan menjadi pertanyaan public. Apalagi jika sidang itu bersifat terbuka untuk umum. Jangan-jangan wartawan juga suatu saat akan dilarang masuk ke ruang sidang? Entah sadar atau tidak, bau kentut itu jika ditutupi maka akan tercium juga.

Sabtu, 07 November 2009

Foto-Foto Aksi Dukung KPK di Bundaran HI Untuk Memberantas Korupsi











Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers