Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version. Pasang Iklan di Indonesian Voices Net Work. Informasi klik disini..

Selasa, 08 Desember 2009

Semua Komponen Bangsa Tidak Ada Alasan Menentang Gerakan Anti Korupsi

Oleh Heri Hidayat Makmun

Hari ini merupakan Hari Anti Korupsi Sedunia. Hari yang ditetapkan oleh PBB sebagai moment untuk perbaikan manajemen pemerintahan untuk menuju good government governance.

Mengapa pemberantasan korupsi demikian besar gaungnya tidak saja di Indonesia tetapi dunia, karena fakta sudah membuktikan bahwa banyak Negara-negara yang korup seperti di Asia, Afrika, bahkan juga beberapa Negara di Eropa timur yang rejim pemerintahannya sering berlaku korup, maka nasib rakyatnya akan sangat menderita. Kemiskinan, pengangguran, akses pelayanan yang rendah, pendidikan yang masih minim dan sebagainya.

Kesadaran tersebut hendaknya juga menyadarkan kita bangsa Indonesia yang tingkat korupsinya masih sangat tinggi, bahkan masih yang tertinggi di Asia seperti yang di Ini berdasarkan hasil studi dari Political and Economic Risk Consultancy (PERC) sebuah organisasi nirlaba internasional baru-baru ini, untuk menyambut Hari Anti Korupsi se Dunia.

Indonesia mendapatkan skor 8,32 sebagai negara tertinggi kasus korupsinya di Asia. Thailand disebut sebagai negara paling korup kedua di Asia setelah Indonesia dengan skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21, Vietnam, 7,11, dan Philipina mendapatkan skor 7.00.

Semoga dengan Indonesia bersih dari korupsi maka berbagai pelayanan yang seharusnya didapat oleh masyarakat dapat terpenuhi, mendapatkan akses modal untuk berusaha, pelayanan kesehatan, pendidikan yang lebih baik dan sebagainya.

Dalam moment Hari Anti Korupsi Se Dunia , 9 Desember 2009 ini. Bisa menjadi barometer bagi kita seberapa jauh bangsa kita telah melakukan pemberantasan korupsi yang sebenarnya.

Acungkan Jempol Untuk KPK

Patut kita acungkan jempol kepada institusi seperti KPK yang dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak membongkar berbagai kasus korupsi. Meraka yang berhasil diusut oleh KPK mulai dari oknum-oknum DPR, Bupati, Gubernur, Pejabat Tinggi Negara dan sebagainya berhasil di jebloskan ke dalam penjara. Prestasi KPK ini harus kita dukung terus.

Walaupun perjuangan melawan korupsi masih harus berhadapan dengan golongan dan pihak-pihak tertentu, tetapi dengan dukungan penuh rakyat banyak maka perjuangan ini dapat berhasil. Mari kita dukung terus KPK untuk terus menjalankan fungsinya sebagai institusi yang melakukan pembersihan terhadap oknum yang menggerogoti kekayaan Negara dan uang public.

Perjuangan Mahasiswa Sebagai Gerbong Anti Korupsi

Gerakan massa yang menyuarakan Indonesia bersih yang dilaksanakan hari ini 9 Desember 2009, bisa menjadi akhir dari bekunya gerakan mahasiswa, paska reformasi 1997/1998.

Redupnya kembali semangat reformasi dan gerakan reformasi yang dilakukan oleh pihak eksekutif dan legislative tidak efektif membawa Indonesia menjadi lebih baik. Justru komitmen anti korupsi semakin lama semakin muram, dan sifat korup malah semakin menjadi-jadi, tidak saja dipusat tetapi juga samapi ke daerah-daerah.

9 Desember ini bisa menjadi awal yang baik bagi gerakan mahasiswa untuk membawa gerakan reformasi ke arah yang benar, bukan didasari oleh kepentingan pihak tertentu untuk memanfaatkan reformasi untuk memperkaya diri.

Selamat Hari Anti Korupsi se Dunia semoga perjuangan menuju Indonesia bersih dapat tercapai. Amiin.

Sabtu, 05 Desember 2009

Waspadai Orang-Orang yang Anti Pengusutan Skandal Bank Century!

Oleh Danies Azhar Putra

Dalam Pembukaan UUD 1945 alinia empat dengan jelas menyebutkan bahwa : “
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Sebuah ketegasan dari konstitusi dalam tanggungjawab untuk melaksanakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagainya. Tanggungjawab ini demikian berat dan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan amanat alinia empat pembukaan UUD 1945 itu.

Salah satu penyakit di negeri ini yang menyebabkan sebagian besar rakyat masih dalam kemiskinan adalah korupsi. Penyakit ini telah menyebabkan penghamburan dana APBD/APBN, mengalihan asset Negara ke pihak lain, pengurasan kekayaan mineral negeri ini oleh pihak asing, penguasaan mega proyek Negara bukan ke tangan bumi putra dan sebagainya yang membuat bangsan ini terpuruk.

Di saat Negara-negara tetangga telah memperoleh kemajuan, ternyata kita masih jauh tertinggal. Indonesia merupakan Negara dengan tingkat korupsi nomor wahid di Asia. Ini berdasarkan hasil studi dari Political and Economic Risk Consultancy (PERC) sebuah organisasi nirlaba internasional. Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy yang diumumkan Minggu (10/3) yang dilansir oleh agen berita Perancis AFP.

Selain itu PERC juga melakukan survey lain yang dilakukan atas 1.000 pengusaha ekspatriat di 12 negara Asia juga menunjukkan bahwa Singapura, Jepang dan Hong Kong sebagai negara yang paling rendah tingkat korupsinya.

Menurut PERC, indikasi korupsi pada sektor publik dan privat di Indonesia masih sangat tinggi. PERC menyebut di berbagai negara terdapat ketidakpercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi. Sebaliknya, survei ini justru menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia terkesan dengan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hasil survei yang dilakukan pada Maret lalu itu melibatkan 1.700 responden dari 14 negara di Asia. Australia dan Amerika Serikat juga diikutsertakan sebagai pembanding. Dari skala 0 sampai 10, dimana 0 adalah indikasi bebas korupsi,

Indonesia mendapatkan skor 8,32. Thailand disebut sebagai negara paling korup kedua di Asia setelah Indonesia dengan skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21, Vietnam, 7,11, dan Philipina mendapatkan skor 7.00.

Philipina merupakan Negara yang pada tahun 2008 disebut sebagai Negara terkorup di Asia, tetapi sekarang pada 2009 berhasil menekan tingkat korupsi. Sedangkan Australia mendapatkan skor 2,4, dan Amerika Serikat yang dimasukkan juga sebagai pembanding mendapatkan skor 2,89.

Menurut PERC, skor lebih dari 7 menunjukkan indikasi adanya masalah korupsi yang serius di suatu negara. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di tempat keenam.

Sungguh sangat menyedihkan ternyata Negara kita masuk sebagai Negara di Asia yang tertinggi angka korupsinya. Namun apa yang terjadi saat ini, masih saja ada pihak-pihak tertentu yang berupaya untuk menentang penuntasan kasus korupsi.

Pihak-pihak tertentu yang anti pengusutan skandal bailout Bank Century atau tindak pidana korupsi lainnya, dikhawatirkan adalah bagian dari orang-orang yang memang telah banyak menikmati hasil korupsi yang dilakukan olehnya atau kelompoknya. Waspadailah mereka ini!

Jumat, 27 November 2009

Penjara Hanya Untuk Rakyat Jelata

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Suatu negeri yang rakyatnya hanya mengutil tiga biji coklat atau sekarung buah kapas yang hanya bernilai Rp. 6000,- perak bisa dipenjara dengan sangat mudahnya, dipenjara sempit pengap, tanpa AC, tanpa spring bed empuk. Penjara kotor dan berbau pesing. Plus berupa bonus bogem mentah, atau rambut dibotaki atau diberi tanda tato sebagai petunjuk “bahwa ini penjahat berbahaya”. Inilah penjara untuk rakyat jelata yang tidak punya uang.

Disisi lain para koruptor triliunan atau miliaran rupiah bebas melenggang tanpa hukuman. Terkadang malah seorang koruptor masih lagi meminta hormat dari sekalian orang bodoh yang mengidolakannya. Para pengacara “penjilat”, “pengamat bayaran” dan “pendemo bayaran” sibuk memberikan argumentasi tentang tidak adanya unsur korupsi yang merugikan Negara.

Para koruptor sibuk mengumpulkan dana haram sesama koruptor untuk membeli peluru sebagai bekal untuk membombardir institusi yang menggasak koruptor melalui serangan darat, laut dan udara yang membabibuta. Serangan yang membuat rakyat marah.
Jika seandainyapun sampai dijadikan terdakwa dipengadilan, meraka ini cukup pintar berpura-pura sakit lah entah sakit kurap atau memang sakit kurang waras untuk modal berkelit dari hukuman.

Ada cara lain yang lebih canggih, mereka kabur ke Negara lain biasanya ke Singapura atau Papuanugini. Di Singapura mereka disambut dengan sukacita sebagai investor. Hidup aman damai dengan penuh fasilitas dari pemerintah Singapura.

Seandainyapun juga terdakwa koruptor ini mampu ditahan, mereka mampu menyulap penjara bak hotel bintang lima. Pilih ruangan yang paling luas, diberi AC, tempat tidur spring bed, dan heli untuk kapan saja mereka pergi ke “best destination in te world” atau ke Las Vegas untuk menguji keberuntungan mereka, apakah tahun babi lebih beruntung dari tahun tikus?

Akhirnya penjara kumuh yang sempit dan pesing hanya untuk rakyat jelata. Sampai datangnya keadilan dari Tuhan dari doa-doa rakyat jelata yang teraniyaya.

Itulah kisah di negeri Republik Mimpi. Menurut Anda apakah negeri kita sama dengan Republik Mimpi tersebut? Jawabannya ada pada hati nurani Anda para pembaca.

Latest Posts on: Indonesian Voices

Perjalanan Panjang "Oderint Dum Metuant" dari Imparium Kekaisaran Romawi sampai Imparium Amerika Serikat

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Oderint dum metuant yang maksudnya biarkan mereka benci asalkan mereka takut. Sebuah paham perang yang berumur dari sejak imparium Kekaisaran Romawi yang kekuasaannya terbentang di timur dan barat. ...

Hubungan Mafia Neoliberalisme dengan Mafia BEJ dan Spekulan Uang
oleh Heri Hidayat Makmun
Neoliberalisme yang dilahirkan di Amerika Serikat ternyata bukanlah menjadi anak kesayangan, karena anak durhaka ini telah melahirkan resesi ekonomi AS dan juga berdampak besar pada ekonomi global. ...
IMF dan Bank Dunia Lembaga Gagal Buatan AS
Oleh Yusuf Yahya
Peran IMF dan Bank Dunia dalam kancah ekonomi internasional selama ini terlalu didominasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan kedua lembaga tersebut yang selalu memberikan tekanan ...
Perdagangan Saham Bergerak Liar Akibat Virus di BEJ
oleh Heri Hidayat Makmun
Disaat AS dan negara-negara Eropah menyesalkan sistem perdagangan di pasar uang dan saham yang terlalu liar, akibat kurangnya infrastrukur peraturan yang mengayomi mekanisme wajar dan alami, ...
Raksasa Dolar AS Jatuh Menimpa Rupiah
Oleh Sri Megawati dan Heri Hidayat Makmun
Krisis AS menjadi fenomena menarik saat ini. Sejak jatuhnya Lehmen Brother sebagai pemicu dari jatuhnya juga berbagai perusahaan besar AS. Selama ini kita mengenal Amerika Sebagai adidaya ...
Krisis Ekonomi AS Akibat Moral Hazard Para CEO-nya
oleh Heri Hidayat Makmun
Runtuhnya kejayaan ekonomi AS yang ditandai dengan kehancuran Wall Street memang telah diduga sebagain praktisi yang mengamati efek domino yang disebabkan oleh kredit perumahan yang direalisasi secara sembrono. ...
Idiologi Perang + Sikap Rasisme Barat = Tesis Benturan Peradaban
Oleh Sumantiri B. Sugeo
Dari hasil pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III yang baru ditutup pada tanggal 1 Agustus 2008 lalu menunjukkan bahwa ternyata sebagian besar konflik yang terjadi di negara-negara ...
BPOM Mengeluarkan 28 Item Produk Tercemar Melamin
Oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI
Daftar Produk Tercemar Melamin Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli produk, untuk hal tersebut perlu dibekali dengan informasi sebagai berikut ini agar tidak salah terlanjur ...
The End of Capitalism
Oleh Sri Megawati
Raksasa bank investasi dan lembaga keuangan terkemuka Wall Street, New York AS, dalam beberapa hari terakhir (19 September 2008) berjatuhan. Lehmen Brother, Merrill Lynch, American International Group (AIG), ...

For comments, suggestions, and discussions can be submitted via:

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Indonesian Voices Lovers